Matahari Kudus Kebakaran, Kerugian Belum Bisa Dihitung

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi kebakaran. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Kudus - Store Manager Matahari Kudus Djarot Trinobo belum bisa menghitung kerugian akibat gedung Matahari Kudus kebakaran karena masih akan dibicarakan di tingkat manajemen. Dia pun belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut serta titik api pertama.

    "Informasi yang saya peroleh asap keluar dari jendela, namun titik apinya tidak mengetahui berasal dari mana," ujar Djarot, Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca juga: Kebakaran di Suaka Marga Satwa Lamandau Melahap Kebun Warga

    Kamis pagi, si jago merah melalap sebagian lantai di Matahari Plasa Kudus, Jawa Tengah. Asap mulai terlihat sejak pukul 06.30 WIB dan mulai membesar sekitar 09.30. Api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 12.00 WIB.

    Produk yang dijual di sebagian lantai satu Matahari Plasa Kudus meliputi sepatu dan sandal, lantai dua berupa fashion dan lantai tiga untuk bioskop dan "food court".

    Jumlah pekerja yang dimiliki Matahari Plasa Kudus sekitar 300-an pekerja.

    Pusat perbelanjaan tersebut  telah diasuransikan dengan nilai tanggungan sebesar Rp9 miliar.

    "Untuk nilai premi yang harus kami bayarkan sebesar Rp124,77 juta," kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus, Eko Djumartono di Kudus.

    Ia mengatakan program asuransi tersebut meliputi risiko kebakaran, kerusakan bangunan akibat gempa serta sabotase atau untuk semua risiko.

    Asuransi tersebut, kata dia, tidak hanya untuk bangunan yang disewa oleh Matahari Plasa Kudus, melainkan termasuk kios pedagang di lantai dasar.

    Matahari Kudus menyewa bangunan mulai dari lantai satu untuk sebagian, kemudian lantai dua dan tiga seluruhnya serta sebagian di lantai empat.

    Sementara nilai perolehan bangunan gedung perbelanjaan berlantai empat yang dibangun oleh pihak ketiga tersebut, kata dia, sebesar Rp22,65 miliar.

    Adapun luas bangunan pusat perbelanjaan tersebut, katanya, sekitar 14.734 meter persegi.

    "Matahari Plasa Kudus mulai menyewa sejak tahun 2009 dengan sistem sewa selama lima tahun dan dapat diperpanjang kembali," ujarnya.

    Eko mengatakan pihaknya akan membicarakan dengan penyewa terkait beban biaya sewa yang harus ditanggung akibat Matahari Kudus kebakaran. Hal serupa juga berlaku terhadap penyewa kios di lantai satu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.