Kepada FBI, Johannes Marliem Akui Kirim Uang Lewat Money Changer

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Johannes Marliem. Facebook/Johannnes Marliem

    Johannes Marliem. Facebook/Johannnes Marliem

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan percakapan antara bos PT Biomorf Mauritius Johannes Marliem dengan anggota FBI di Amerika Serikat.

    Dalam transkrip percakapan tampak bahwa Marliem mendapat arahan beberapa kali dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk mengirimkan uang. Marliem tidak mengetahui untuk apa pengiriman uang itu.

    Baca juga: Rekaman Johannes Marliem Ungkap Duit Rp 60 M untuk Setya Novanto

    Uang itu kemudian dikirimkan melalui transaksi money changer. Marliem mengira, uang itu mungkin masuk ke terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto.

    Dalam percakapan itu juga tertulis, Anang meminta Marliem untuk meneruskan pesannya kepada salah satu pegawai Biomorf bernama Rajesh.

    "Anang mengatakan bahwa, 'Well, ini ada di...informasi disampaikan kepada Rajesh, ke mana mereka harus mentransfer uangnya". Tetapi...dari pemahaman saya, Rajesh ketika dia mentransfer dia selalu...(suara tidak jelas) e-KTP. Jadi...," kata Johannes Marliem kepada anggota FBI.

    Berikut transkrip percakapan Marliem dengan anggota FBI:
    Laki-laki (FBI): Sepertinya Anda tahu banyak tentang sesuatu yang seharusnya Anda hindari. Anda tahu. Mengapa dia berbicara kepada Anda? Kenapa dia tidak menghubungi Rajesh langsung? Anda mengatakan bahwa mereka dekat? Kapan ini terjadi?
    Laki-laki (FBI): Mengapa melibatkan Anda?
    JM: Saya sudah bilang saya tidak tahu.
    Laki-laki (FBI): Begini, tidak ada bedanya bagi saya apakah Anda melakukannya atau tidak. Karena Anda telah melihat banyak uang ditransfer meskipun Anda tidak ada hubungannya dengannya.
    JM: Ya, benar. Satu hal yang saya tahu. Saya mengatakan kepada KPK. Saya..., saya akan memberitahu Anda lagi, siapa... bagaimana saya bisa tahu. Karena saya mendapat arahan yang mengatakan, 'Kirim uang ke ke sini, kirim uang ke sana. Jadi saya menyampaikannya ke Rajesh.

    Percakapan selanjutnya:
    Laki-laki (FBI): Dan...oke jadi Anda mengatakan kepada KPK bahwa Anda pikir jika hal itu mungkin akan berakhir di tangan seseorang?
    JM: Ya
    Laki-laki (FBI): Siapa itu?
    JM: Sebagian akan ke money changer, namanya saya tidak ingat. Karena itulah saya sampaikan kepada KPK, "Anda ingin melacak dana?" . "Ya". Dan...
    Laki-laki (FBI): Tidak, tapi Anda mengatakan kepada mereka. Anda mengatakan siapa yang Anda pikir bahwa itu mungkin Novanto
    JM: Itu yang saya katakan, ya, bisa jadi Setya Novanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.