Kemenkes Bakal Mengirim Dokter Spesialis Anak ke Asmat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Nila DF Moeloek (kiri) berbincang dengan orangtua anak di Aula Gereja Protestan, Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 25 Januari 2018. Kunjungan kerja Menkes ke penampungan dan RSUD Agats untuk meninjau penanganan pasien campak dan gizi buruk. ANTARA

    Menteri Kesehatan Nila DF Moeloek (kiri) berbincang dengan orangtua anak di Aula Gereja Protestan, Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 25 Januari 2018. Kunjungan kerja Menkes ke penampungan dan RSUD Agats untuk meninjau penanganan pasien campak dan gizi buruk. ANTARA

    TEMPO.CO, Asmat - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan akan mengirim dokter spesialis anak ke Kabupaten Asmat, Papua. Pengiriman dilakukan melalui program Flying Health Care (FHC) yang dinamakan Nusantara Sehat.

    "Di situ ada dokter spesialisnya dan memang spesialis anak sangat dibutuhkan," ujar Nila di Rumah Sakit Umum Daerah Agats, Kabupaten Asmat, Papua, pada Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca juga: Tangani Gizi Buruk, RSUD Agats Asmat Butuh Dokter Spesialis Anak

    Pengiriman tim tersebut sudah memasuki yang keempat kali. Nantinya, kata Nila, tim yang berisi 30 orang itu akan tinggal di Asmat sekitar 1-2 bulan, lebih lama dari tim sebelumnya yang pergantiannya dalam hitungan pekan.

    Menurut Nila, tim Nusantara Sehat ditugaskan untuk menyisir seluruh distrik yang ada di Asmat. Ini untuk memastikan apakah masih tersisa penderita campak dan gizi buruk atau tidak. "Jadi kalau bupati minta dokter spesialis anak, akan kami kirimkan," ujar dia.

    Pernyataan Nila tersebut menjawab keluhan Direktur RSUD Agats Riechard Mirino. Ia mengatakan pihaknya saat ini sangat membutuhkan dokter spesialis anak. Sebab, mayoritas pasien yang berobat merupakan bayi atau balita yang terkena gizi buruk.

    Baca juga: Menteri Puan: Pembatasan Kelahiran Perlu Dilakukan di Asmat

    "Dokter spesialis anak ini kami mohon dengan Kementerian Kesehatan karena banyak yang gizi buruk itu bayi dan balita butuh penanganan," ujar Riechard di RSUD Agats, Rabu, 21 Februari 2018.

    Saat ini, RSUD Agats memiliki empat dokter spesialis. Mereka terdiri atas dokter spesialis dasar, penyakit dalam, dan bedah. Riechard menuturkan biasanya pihak rumah sakit menggunakan perahu untuk merujuk pasien di kampung-kampung terpencil menuju RSUD Agats.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?