Rumah Novel Baswedan Bakal Dijaga Petugas KPK dan Polri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan menyapa warga setiba di kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 22 Februari 2017. TEMPO/Subekti.

    Penyidik KPK Novel Baswedan menyapa warga setiba di kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 22 Februari 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan memberikan pengamanan di rumah Novel Baswedan, Jalan Deposito Nomor 8, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    "Mitigasi risiko dan hal-hal yang dibutuhkan tentu kita lakukan dalam konteks pengamanan tersebut. Saya dengar pihak Polri juga akan melakukan tugas sebagaimana mestinya," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca juga: Abraham Samad Usul Jokowi Segera Bentuk TGPF Novel Baswedan

    Namun Febri enggan menjelaskan lebih rinci terkait dengan pengamanan seperti apa yang akan dilakukan. Seperti diketahui, penyidik KPK itu telah kembali ke Indonesia hari ini setelah menjalani operasi tambahan pada mata kirinya di Singapura.

    Novel menjalani operasi mata setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Adapun operasi mata tahap satu Novel telah dilakukan pada 17 Agustus 2017.

    "Sementara ini, (usai dioperasi) Novel harus beristirahat dan harus menjalani perawatan lebih lanjut," ujar Febri.

    Novel, Febri melanjutkan, akan beristirahat di kediamannya di daerah Jakarta Utara. "Jadi kami berharap nanti juga pengertian semua pihak supaya Novel lebih banyak istirahat untuk pemulihan ini," ucapnya.

    Baca juga: Novel Baswedan Disambut Lagu Sebelah Mata dari Efek Rumah Kaca

    Mengenai kapan Novel akan efektif bekerja, Febri menjelaskan, semua bergantung pada proses penyembuhan Novel. "Jika proses recovery usai operasi ini sudah selesai, akan direncanakan operasi tahap dua pada April 2018 mendatang," tuturnya.

    Menjelang operasi tahap dua itu, kata Febri, status Novel tetap pegawai KPK di bagian Direktorat Penyidikan. "Jadi, setelah operasi tahap dua, proses pemulihannya akan dilihat, dan semoga tidak lama setelah itu bisa bekerja di KPK," katanya.

    Menurut Febri, belum ada keputusan perubahan dari pimpinan KPK mengenai status Novel Baswedan. Novel masih menduduki jabatan itu sebelum teror air keras menimpanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.