Presiden Lepasliarkan Sepasang Elang Jawa di Hulu Citarum

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyiram pohon Manglid usai ditanam di kawasan Hulu Sungai Citarum, Kertasari, Kabupaten Bandung, 22 Februari 2018. Presiden menargetkan revitalisasi Daerah Aliran Sungai Citarum. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi menyiram pohon Manglid usai ditanam di kawasan Hulu Sungai Citarum, Kertasari, Kabupaten Bandung, 22 Februari 2018. Presiden menargetkan revitalisasi Daerah Aliran Sungai Citarum. ANTARA/Puspa Perwitasari

    INFO NASIONAL - Dalam upaya mendukung pencanangan Restorasi Ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya melepasliarkan sepasang Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), yang diberi nama Luken (Jantan) dan Gendis (Betina) di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Kamis, 22 Februari 2018.

    Luken (1 tahun 7 bulan) dan Gendis (1 tahun 5 bulan) adalah hasil operasi penertiban dari perdagangan satwa yang dilakukan oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa-Bali Nusa Tenggara (BPPHLHK Jabalnusra) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK di Malang Jawa Timur kemudian diserahkan ke Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) pada 16 Juli 2017. Setelah melalui kajian kesehatan dan kajian perilaku selama proses rehabilitasi di Pusat Konservasi Elang Kamojang, elang ini dinyatakan layak untuk dilepasliarkan kembali ke alam.

    Dengan usia yang masih sangat muda dan perilaku yang masih liar, diharapkan elang muda ini memiliki potensi dan peluang lebih baik untuk beradaptasi dan berkembang di alam. Selain itu, kedua elang yang akan dilepasliarkan ini telah dipasangkan/dijodohkan sejak awal November 2017. Diharapkan, di alam liar nanti mereka bisa berjodoh hingga bisa berkembang biak menambah populasi elang di habitat alaminya.

    Di sisi lain, dengan adanya pelepasliaran ini, akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai penting keberadaan elang dan habitatnya bagi lingkungan dan kehidupan di masa yang akan datang. Sebagaimana diketahui, Elang adalah top predator atau puncak dalam piramida makanan, yang menduduki posisi penting dalam mengatur keseimbangan ekosistem sebuah kawasan.

    Elang Jawa adalah simbol satwa nasional dirgantara, karena kelangkaan dan kemiripannya dengan Garuda. Populasi Elang Jawa hanya tinggal 325 pasang, sehingga IUCN (International Union for Conservation of Nature) menetapkan jenis ini sebagai salah satu jenis elang terancam punah dengan kategori gawat (Endangered).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.