Akbar Sebut Airlangga Hartarto Patut Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat mengumumkan kepengurusan baru Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. Airlangga menjadikan Ketua Umum Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat mengumumkan kepengurusan baru Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. Airlangga menjadikan Ketua Umum Partai Golkar menggantikan posisi Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Akbar Tandjung, politikus senior Partai Golkar berpendapat soal calon wakil presiden yang layak diusulkan Partainya untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019. Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai itu menyebut Airlangga Hartarto patut direkomendasikan menjadi cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

    Meski begitu, menurut Akbar Tandjung, semuanya terserah mekanisme yang berlaku di Partai Golkar. "Bahkan jika partai akhirnya merekomendasikan nama di luar kader beringin untuk menjadi cawapres," kata Akbar Tandjung di Jakarta, Kamis 22 Februari 2018. "Kami serahkan semuanya ke mekanisme organisasi"

    Pendapat itu disampaikan Akbar terkait sikap dan peta Golkar menjelang Pilpres 2019 mendatang. Akbar sendiri mengaku tak masalah dengan nomor urut parpolnya pada Pileg mendatang.

    Akbar menganggap angka empat yang menjadi nomor urut parpolnya justru akan membawa keberuntungan atau mampu mendongkrak perolehan suara pada pemilu 2019.

    "Kami tidak percaya mitos. Bagi kami angka empat akan membawa keberuntungan pada pemilu 2019," ujar Akbar.

    BACA: Tak Dampingi Jokowi di Pilpres 2019, JK: Biarkan yang Muda

    Menurut Akbar, nomor urut partai hanya simbol agar masyarakat mudah mengingat partai."Contohnya Pak Susilo Bambang Yudhoyono, inginnya nomor urut sembilan namun yang didapat malah 14," kata dia.

    Dalam kesempatan tersebut, Akbar yang juga Ketua Yayasan Maju Tapian Nauli (Matauli) memberi penghargaan kepada peneliti muda dari SMAN 1 Matauli Pandan yang mendapatkan penghargaan internasional melalui hasil penelitian teh biji avokad dan tongkol jagung.

    Kedua tim peneliti tersebut mendapat penghargaan pada ajang Invention and Design Expo (KIDE) 2017 di Taiwan dan juga International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2018 di Thailand.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.