Kasus Novel Baswedan Belum Terungkap, Din Syamsuddin Curiga

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri) bersama anggota Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) dan Lola Easter memberikan keterangan kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, 11 Oktober 2017. Jumpa pers ini digelar bertepatan dengan enam bulan penyiraman air keras kepada Novel. ANTARA

    Juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri) bersama anggota Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) dan Lola Easter memberikan keterangan kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, 11 Oktober 2017. Jumpa pers ini digelar bertepatan dengan enam bulan penyiraman air keras kepada Novel. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengatakan prihatin atas kasus penyiraman yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Dia merasa curiga atas kasus Novel yang belum terungkap hingga saat ini.

    “Sampai saya merasa curiga, menimbulkan kesimpulan ini luar biasa canggihnya,” kata Din di kantor Majelis Ulama Indonesia pada Rabu, 21 Februari 2018.

    Baca: Sesampai di Jakarta, Novel Baswedan Rencananya Langsung ke KPK

    Din mengatakan pelaku penyiraman tersebut begitu luar biasa, karena hingga saat ini belum tertangkap. Din pun mencurigai adanya rekayasa dalam kasus tersebut. “Ini menjadi tantangan bagi Polri yang harus diselesaikan,” ujarnya.

    Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto menuturkan masih terus melakukan penyelidikan. “Bukan berarti belum terungkap, terus diam. Satgas terus melakukan upaya mencari bukti-bukti,” kata dia.

    Baca: Jokowi Kejar Kasus Novel, Ini Hambatan Penanganan Menurut Polri

    Akibat penyiraman air keras yang dialaminya, Novel Baswedan harus menjalani pengobatan di Singapura sejak 12 April 2018. Pada Senin pekan lalu, ia telah menjalani operasi tambahan untuk mata kirinya. Operasi yang melibatkan dokter ahli dari Singapura dan Inggris tersebut berjalan baik dan jaringan mata Novel diharapkan dapat berkembang dengan baik usai dioperasi. Dia direncanakan akan kembali ke Jakarta pada Kamis, 22 Februari 2018.

    Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras saat pulang seusai salat subuh di masjid dekat rumahnya, Selasa pagi, 11 April 2017. Meski telah berlalu lebih dari 10 bulan, dua pelaku yang diduga melakukan penyerangan belum tertangkap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.