Menteri Yasonna Akui Masih Banyak Penyelundupan Narkoba di Lapas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkumham Yasonna Laoly (kanan) berfoto untuk keperluan perpanjangan kartu SIM di Mal Pelayanan Publik Pemprov DKI Jakarta, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, 12 Oktober 2017. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian PAN RB, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementrian Agraria dan Tata Ruang. ANTARA

    Menkumham Yasonna Laoly (kanan) berfoto untuk keperluan perpanjangan kartu SIM di Mal Pelayanan Publik Pemprov DKI Jakarta, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, 12 Oktober 2017. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian PAN RB, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementrian Agraria dan Tata Ruang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan urusan penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia masih menjadi persoalan yang tengah serius diatasi oleh Kemenkumham.

    "Ada banyak yang kita lakukan untuk kita tangani dan persoalan yang paling besar adalah narkoba. Kemarin ditangkap lagi karena pemakaian di negara kita adalah 5 juta dan ini adalah pasar yang sangat besar," ujar Yasonna seusai memberikan pengarahan kepada ribuan CPNS Kemenkumham Wilayah Jawa Barat, di gedung Youth Center Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Rabu, 21 Februari 2018.

    Baca juga: Menteri Yasonna: Masih Ada Biro Umrah Menipu Calon Jemaah

    Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat memang baru saja mengadakan pengarahan terhadap 1.414 pegawai negeri sipil yang baru. Yasonna berharap ribuan CPNS itu bisa membawa angin segar bagi Kemenkumham. Maksudnya, kata dia, pegawai baru itu tidak terbawa arus melakukan praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme saat menjalankan kewajiban sebagai aparat sipil negara.

    "Saya berharap anak-anak muda yang baru seleksi ini harus betul-betul bersih. Saya katakan kamu harus tetap bersih karena ada petugas kami yang bermain-main itu sebabnya saya meminta janji mereka menjadi mata dan telinga saya untuk memberi tahu, karena mereka adalah benar-benar orang yang kami seleksi dengan ketat dan bersih," ujarnya.

    Slot CPNS yang ditempatkan di wilayah Kemenkumham memang hampir setengah dari total slot penerimaan CPNS pada 2017 lalu ditempatkan di Kemenkumham. Kemenkumham mendapat slot sebanyak 17.526 pegawai baru yang kebanyakan akan ditempatkan di lembaga pemasyarakatan.

    "Dari sekitar 36 ribu CPNS yang diterima oleh negara ada hampir setengahnya dari 28 kementrian dan lembaga ditempatkan di Kemenkumham. Ini adalah kepercayaan negara kepada kemenkumham," katanya. "Kami kekurangan di lapas-lapas juga di kantor pelayanan imigrasi. Tapi kalau pelayanan masih brengsek, percuma saya menerima banyak CPNS, makanya harus benar-benar memiliki integritas," kata dia.

    Baca juga: Yasonna Hubungi Wiranto dan OSO Agar Selesaikan Kisruh Hanura

    Meski begitu, Yasonna mengatakan belum berencana menambah jumlah lapas dan rumah tahanan. Musababnya, kata dia, untuk menambah lapas dan rutan memang membutuhkan biaya yang cukup besar. Berdasarkan data sistem database pemasyarakatan Direktorat Jendral Pemasyarakatan pada Desember 2015, jumlah unit pengelolaan tahanan berjumlah 477 dengan jumlah penghuni sebanyak 119.020 penghuni.

    "Kalau itu sampai sekarang belum karena anggarannya besar, itu rencana jangka panjang, nanti kalau RKUHP sudah disahkan kan kita ada konsep restorative justice nanti untuk pidana-pidana ringan tidak usah ditempatkan di dalam, kan ada kerja-kerja sosial bisa diterapkan, pokoknya ada banyak alternatif," kata Yasonna Laoly.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?