Istana Batu Tulis, Megawati dan Pencalonan Jokowi

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan tiga jam Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Batutulis Bogor, Minggu 22 Oktober 2017.  Istimewa

    Pertemuan tiga jam Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Batutulis Bogor, Minggu 22 Oktober 2017. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -- Istana Batu Tulis Bogor adalah tempat yang biasa digunakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Selasa 20 Februari 2018 malam lalu, keduanya bertemu untuk santap malam dan bicara banyak hal. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang hadir dalam pertemuan itu menuturkan pertemuan rutin itu terlihat gayeng dan penuh keakraban. " Apa yang dibahas adalah kepentingan dan komitmen untuk kemajuan Indonesia Raya," kata Hasto dalam keterangannya, Rabu 21 Februari 2018.

    Selasa malam, pertemuan selama dua jam di Istana Batu Tulis dimulai dengan jamuan makan malam dengan menu nasi jambal, tumis kangkung, ayam bakar balado, gurami bakar, buncis sambal terasi, sate ayam, kerupuk serta nasi goreng pete khas Batu Tulis. Menu nusantara ini, juga mengawali pertemuan serupa, pada Oktober 2017, kali itu dengan menu kegemaran Soekarno,

    BACA: Di Istana Batu Tulis, Megawati dan Jokowi Bicara Topik Strategis

    Presiden Pertama Indonesia yang juga ayahanda Megawati. “Kami semua makan dengan lahap. Ibu Mega dan Pak Jokowi dengan nasi jambalnya, lengkap dengan sate ayam penambah sedap rasa, hingga tidak terasa habislah sepiring nasi jambal penuh aroma bumbu nusantara” kata Hasto dalam keterangannya, Rabu, 21 Februari 2018.

    Istana Batu Tulis dibangun tahun 1704 oleh Van Riebeeck dulunya menjadi pondok peristirahatan Soekarno yang dulu dinamakan dengan Hing Puri Bima Sakti. Di Pondok itu pula, Soekarno pernah diasingkan di tahun 1965-1966.

    Ada banyak peristiwa politik di Istana Batu Tulis tak hanya bagi Megawati Soekarnoputri, tapi juga Jokowi. Selain menjadi tempat dialog Mega dan Jokowi secara periodik, terutama membahas isu-isu politik nasional dan internasional. Jauh dari keriuhan Jakarta yang hibuk, Istana Batu Tulis yang hanya 2 kilometer dari Istana Bogor, tempat Presiden Jokowi kini memilih beristirahat tiap harinya juga jauh dari sorotan banyak kalangan. Rindang, berhalaman luas dan lebih privat. " Istana Batu Tulis sangat cocok untuk melakukan kontemplasi, apalagi terlepas dari berbagai hiruk pikuk isu politik di Jakarta," katanya

     Baca juga: Ini Tiga Tokoh Kingmaker Pencalonan Presiden Indonesia

    Tak hanya sebagai tempat berdialog, pada 2014 lalu, Megawati juga memilih Istana Batu Tulis untuk melihat sosok Jokowi lebih dalam sebelum memutuskan mencalonkannya sebagai presiden. Diskusi pencalonan Jokowi sebagai Capres pada 2014 lahir dari banyak pertemuan malam di Istana Batu Tulis.

    Kini hanya beberapa hari menjelang Rakernas PDIP di Bali pada 23-25 Februari 2018, Megawati kembali bertemu dengan Jokowi di Istana Batu Tulis. Hasto Kristiyanto berkilah, Rakernas belum akan membahas calon presiden dan calon wakil presiden secara detail, termasuk mengumumkannya.

    "Karena soal pasangan capres cawapres yang akan diusung, serta kapan momentum pengumuman, kongres telah memberikan mandat kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri," kata Hasto Selasa, 20 Februari 2018. Namun Hasto tak menampik, Rakernas membahas soal pemenangan Pilkada, Pemilu 2019 yang termasuk juga memenangkan calon presiden dari PDIP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.