Wiranto: Tidak Ada Lagi Sanksi AS kepada Kopassus

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai disematkan baret merah oleh Danjen Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung Jakarta, 18 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai disematkan baret merah oleh Danjen Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung Jakarta, 18 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebut rencana latihan bersama antara militer Indonesia dengan Amerika Serikat sudah dibicarakan sejak jauh hari. Menurut dia sudah tidak ada lagi sanksi pemerintah AS terhadap Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

    “Ya tidak ada (sanksi). Sudah sebulan lalu saya ketemu dengan utusan khusus dari AS bicara soal itu, tidak ada masalah,” kata Wiranto seusai rapat koordinasi nasional persiapan pemilihan keala daerah 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa, 20 Februari 2018.

    Baca:
    Temui Moeldoko, Dubes AS Ajak Kopassus ...
    Menhan Usahakan Cabut Embargo Militer ...

    Pernyataan Wiranto berkaitan dengan rencana Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan mengajak militer Indonesia berlatih bersama dengan tentara Amerika. Hal itu ia sampaikan saat menemui Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko  di Gedung Bina Graha, Senin, 19 Februari 2018.

    Donovan menuturkan negaranya kini membuka kembali kebijakan latihan militer bersama Kopassus. "Mungkin akan bisa dimulai dengan Detasemen 81 Kopassus," kata Donovan sebagaimana tercantum dalam keterangan tertulis KSP, Senin, 19 Februari 2018.

    Amerika mengeluarkan larangan latihan bagi Kopassus karena isu pelanggaran hak azasi manusia. Seperti tuduhan yang diarahkan ke Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin karena dianggap bertanggung jawab atas hilangnya aktivis mahasiswa pada 1998, saat menjabat sebagai Pangdam Jaya. Tuduhan lain diarahkan ke Prabowo Subiakto dalam kerusuhan di Santa Cruz, Dili, 1991.

    Baca juga: Pesan Gatot Nurmantyo ke Kopassus: Jangan ...

    Rencana membuka pelarangan latihan Kopassus dan menguji sebuah program pelatihan bagi anggota pasukan elit itu pernah dicoba mantan Presiden AS Barrack Obama saat berkunjung ke Indonesia. Namun Senator Patrick J. Leahy menganggap rencana itu bertentangan dengan kebijakan Amerika dan tetap meminta pemerintah Indonesia membawa anggota Kopassus yang dituduh melanggar hak azasi manusia ke pengadilan.

    Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan akan mengusahakan agar Amerika Serikat dapat mencabut embargo yang dilakukan terhadap Kopassus. Ia melakukan pendekatan secara persuasif kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis saat berkunjung ke Indonesia 23 Januari 2018.

    ADAM PRIREZA | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.