Benchmark Pembangunan KLHK 2018 - 2019

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada Rapat Kerja Nasional KLHK 2018, 19 – 20 Februari 2018 di Jakarta.

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada Rapat Kerja Nasional KLHK 2018, 19 – 20 Februari 2018 di Jakarta.

    INFO NASIONALBenchmark pembangunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2018 – 2019 adalah Atasi Kemiskinan, Kesempatan Kerja, Ekspor, dan Investasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada Rapat Kerja Nasional KLHK 2018, 19 – 20 Februari 2018 di Jakarta. Rakernas kali ini mengambil tema “Pelaksanaan 2018 dan Perencanaan 2019 Kementerian LHK: Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan Menuju Pertumbuhan Pembangunan Berkualitas".

    Untuk merealisasikan benchmark tersebut, Siti Nurbaya mengutarakan perlunya dilakukan enam langkah strategis yang meliputi: Alokasi sumberdaya hutan untuk pemerataan ekonomi; Pengendalian deforestasi dan degradasi hutan/lahan; Konservasi dan pemeliharaan bio-diversity dan biosfer; Peningkatan produksi dan produktivitas hutan dan jasa lingkungan untuk pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja; Pengendalian kejahatan lingkungan; serta Kemitraan dan keterlibatan multistakeholders dalam rantai usaha sumberdaya hutan dan sumberdaya sampah/limbah dan dalam pengawasan sosial perizinan dan pengendalian lingkungan serta dalam mendorong law enforcement serta public campaign.

    Dijelaskan Siti Nurbaya, bahwa posisi KLHK pada 2018 dan 2019, meliputi empat aktualisasi program, yakni  Dasar-dasar, Administratif, Program dan Aspiratif. 

    “Yang menjadi dasar-dasar aktualisasi program adalah pahami dasar-dasar konsep kerja, konstitusionalitas dan keilmuan, perspektif SDA dan lingkungan serta hubungan antar konsep sebagai elemen penting pembangunan di Indonesia dan pendekatan holistik bukan lagi silo apalagi ego (sub) sektor," ujar Siti Nurbaya.

    Siti Nurbaya juga menekankan agar hal-hal yang berkaitan dengan administrasi jangan sampai menghambat, secepatnya diselesaikan, juklak dan juknis serta pengadaan dipercepat. "Persiapan re-alokasi untuk mendukung program-program utama dan yang dinilai sangat penting didahulukan dengan prinsip money follow program sebagai contoh Taman Nasional Komodo.

    Selanjutnya, pelaksanaan program menurut Siti Nurbaya mesti dilaksanakan dengan pendekatan money follow program, dan harus dikaitkan dengan upaya mengatasi kemiskinan, lingkungan, penyerapan tenaga kerja, investasi dan ekspor serta dukungan aktualisasi konvensi internasional yang telah diratifikasi. Juga dikembangkan pola kerja bersama-sama dan saling mendukung lintas unit kerja eselon I.

    Siti Nurbaya juga menghimbau jajaran KLHK agar bersikap aspiratif, dengan memberikan jawaban langsung atas masalah yang dihadapi rakyat, mengikuti arahan sidang/Rapat Terbatas Kabinet dan Arahan Presiden serta materi Raker dengan Komisi IV dan VII DPR RI; serta mendukung dan dorong dinamika dan mobilitas masyarakat/Pokmas/LSM dan Swasta serta membuat sistemasi ruang interaksi dengan masyarakat.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?