Bantah Dukung Jokowi, Presiden PKS: Wewenang di Majelis Syuro

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mengumumkan kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di lima provinsi di kantor DPP PKS, Jakarta, 27 Desember 2017. Lima provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara. TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua Umum PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mengumumkan kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di lima provinsi di kantor DPP PKS, Jakarta, 27 Desember 2017. Lima provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Sohibul Iman membantah partainya resmi mendukung Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang. Menurut dia, yang memiliki kewenangan untuk menentukan sikap PKS dalam pilpres 2019 adalah Majelis Syuro.

    "Itu wewenang Majelis Syuro PKS," katanya kepada Tempo, Ahad, 18 Februari 2018.

    Baca juga: Presiden PKS: Pidato Saya Soal Jokowi Dipotong Orang

    Isu dukungan PKS kepada Jokowi muncul setelah viral video Sohibul saat berpidato dalam acara Ngaji Budaya dan Rembug Nasional Legislator PKS se-Indonesia pada Kamis, 15 Februari 2018. Pidato itu turut mendapat komentar dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah. Fahri merasa malu mendengar pidato Sohibul.

    "Saya pagi-pagi beristigfar kepada Allah, malu mendengar pidato presiden partai yang saya banggakan seperti ini. Tampak sekali pandangannya materialistis. Politik tidak dilihat dengan bashirah, mata batin yang tenang dan berwibawa. Astagfirullah.... #KaderSedih," ucap Fahri lewat akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, pada Sabtu pagi, 17 Februari 2018.

    Sohibul meminta pidato tersebut ditonton secara menyeluruh. Menurut dia, ada orang yang tidak bertanggung jawab memotong video tersebut. “Jangan nonton video pidato saya yang dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

    Setelah viral video itu, kini muncul poster dukungan PKS terhadap Jokowi untuk pilpres 2019, yang beredar di media sosial. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera membantah poster tersebut. "Tidak benar. Poster itu bagian dari upaya mendiskreditkan PKS," tuturnya.

    Mardani menegaskan PKS konsisten menjadi oposisi bersama Partai Gerindra. Sikap ini, kata dia, juga akan dilanjutkan untuk berkompetisi dengan Jokowi dalam pilpres 2019. "Tetap menyiapkan diri untuk berkompetisi melawan Pak Jokowi," katanya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga