Hampir Kecelakaan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf: Alhamdulillah...

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Banda Aceh, Jum'at (13/4). TEMPO/Agung Pambudhy

    Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Banda Aceh, Jum'at (13/4). TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menjelaskan insiden yang dialaminya saat terbang dengan pesawat Aero Shark ke Banda Aceh dari Kabupaten Aceh Jaya. Dia selamat setelah pendaratan darurat di kawasan Ujong Pancu, Aceh Besar. Keterangan kepada awak media disampaikan di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu malam 17 Februari 2018, beberapa jam setelah kejadian.

    Gubernur menjelaskan, kejadian bermula saat dirinya dalam penerbangan kembali ke Banda Aceh setelah selama tiga hari melakukan kunjungan kerja memeriksa proyek-proyek yang dibiayai APBN di beberapa kabupaten di Aceh. Saat itu Gubernur sedang terbang pada ketinggian 3.500 kaki. Tiba di atas kawasan Leupung, Aceh Besar, mesin mesin pesawat mendadak ngadat.

    Dia menduga masalah di mesin diakibatkan tidak lancarnya suplai bahan bakar. Saat itu Gubernur mengambil keputusan untuk mendarat darurat di kawasan Leupung. Alasannya, dengan kondisi mesin yang mati, pesawat tidak mungkin mampu mencapai bandara Sultan Iskandar Muda. "Saya belok ke arah pantai, mau landing darurat di pasir. Tiba-tiba mesin hidup lagi. Ketika hidup saya naik ke 2.000 kaki untuk lanjut ke Banda Aceh," ujar Gubernur.

    Namun, sesaat kemudian mesin pesawat kembali mati sehingga Gubernur melapor ke tower untuk melakukan pendaratan darurat di kawasan pantai. Proses pendaratan awalnya berjalan mulus. Tapi ketika roda pesawat menyentuh pasir, ban pesawat akhirnya terbenam ke pasir. "Kemudian terhempas hidungnya. Kena sayap kanan dengan tanah. Patahlah sayapnya. Saya keluar kokpit. Alhamdulillah tidak ada luka," ujar Gubernur.

    Dia bersama Asisten II Pemerintah Aceh, Taqwallah selamat dan tidak mengalami luka sedikitpun. Sesaat kemudian, lanjut Gubernur datang sebuah boat dari laut untuk menolong. "Kemudian bersama tukang boat saya seret sedikit pesawat ke darat."

    Sebelum terbang tidak ada tanda-tanda pesawat mengalami gangguan mesin. Pesawat tersebut, akan dikirim ke pabriknya untuk proses perbaikan. Irwandi menambahkan pesawat tersebut sebenarnya dilengkapi parasut. Namun karena melihat ada lokasi pantai yang landai Gubernur memutuskan tidak mengembangkan parasut. Karena jika dikembangkan akan terbawa angin ke arah laut atau ke arah darat yang bisa menimpa rumah warga.

    Sementara itu, Muhammad Nasrun yang merupakan guru terbang Gubernur Aceh yang hadir dalam konferensi pers tersebut, mengatakan keputusan Gubernur melakukan pendaratan darurat di pantai sudah tepat. "Keputusan landing emergency sudah sangat profesional," ujar mantan pilot pesawat tempur tersebut.

    Simak kabar terbaru dari Gubernur Aceh Irwandi Yusuf hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.