Pesawat Pribadi yang Dipiloti Gubernur Aceh Mendarat Darurat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memiloti pesawat Shark Aero mendarat di bandara Malikussaleh Lhokseumawe dari Banda Aceh, Rabu 12 juli 2017. Ia terbang sendirian untuk melantik walikota lhokseumawe dan bupati Aceh Utara. Credit foto: Imran

    Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memiloti pesawat Shark Aero mendarat di bandara Malikussaleh Lhokseumawe dari Banda Aceh, Rabu 12 juli 2017. Ia terbang sendirian untuk melantik walikota lhokseumawe dan bupati Aceh Utara. Credit foto: Imran

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Pesawat terbang Shark Aero milik Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mendarat darurat di kawasan Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Sabtu sore, 17 Februari 2018.

    Pesawat dua awak itu dipiloti sendiri oleh Irwandi yang terbang bersama Asisten II Pemerintah Aceh Taqwallah. Mereka selamat dalam kecelakaan tersebut.

    Baca: Gubernur Aceh Ingin Putra Daerah Bekerja di KEK Arun

    Informasi yang dikumpulkan Tempo menyebutkan Irwandi dan Taqwallah baru kembali dari Aceh Jaya untuk meninjau sejumlah proyek pembangunan. Irwandi mendaratkan pesawatnya di tepi pantai yang masuk ke wilayah Gampong Lam Awe, kawasan Ujong Pancu.

    Belum detail mengapa Irwandi memutuskan mendaratkan pesawatnya secara darurat. Dari foto yang beredar di WhatsApp, tampak sayap pesawat patah akibat pendaratan keras tersebut.

    Simak: Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Bolehkan Perayaan Hari Valentine

    Kepala Hubungan Masyarakat Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin dalam pesan singkatnya membenarkan kejadian tersebut. "Setelah pesawat mendarat darurat, Alhamdulillah Gubernur Irwandi Yusuf dan Asisten II Taqwallah yang mendampingi selamat dan dalam keadaan sehat walafiat. Tidak ada kurang satu apapun," tulisnya.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.