KontraS Minta Kematian Terduga Teroris Indramayu Diusut

Editor

Suseno

Polisi menjaga area rekonstruksi oleh terduga tindak pidana terorisme di kawasan Mekarsari, Kecamatan Kiaracondong, Bandung, 26 Oktober 2017. Reka ulang adegan ini juga diadakan di kawasan Antapani, Bandung. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta institusi kepolisian mengusut penyebab kematian Muhammad Jefri, terduga teroris di Indramayu. Pengusutan ini penting karena informasi tentang kematian Jefri tidak jelas dan terindikasi ada pelanggaran hukum.

“Kematian Muhamad Jefri alias MJ ini saat berada di bawah penguasaan Tim Densus 88,” kata Koordinator KontraS, Yati Indriyani dalam keterangan tertulisnya, Jumat 16 Februari 2018.

Jefri ditangkap Tim Densus 88 karena diduga terlibat dalam sejumlah kasus terorisme. Namun berdasarkan keterangan keluarga, penangkapan itu tidak disertai surat perintah penangkapan dan penahanan. Jefri dalam kondisi sehat saat polisi datang membawanya.

Berita kematian Jefri disampaikan polisi pada 15 Februari 2018. Padahal pria itu tewas pada sepekan sebelumnya. Menurut Yati, penanganan terduga terorisme seperti ini bakal menuai kontroversi karena tidak transparan dan tidak memperhatikan parameter hak asasi manusia (HAM) serta aturan hukum. “Ini dikhawatirkan akan memicu, menyuburkan atau membuat rantai tindakan terorisme lain,” kata Yati.

KontraS menuntut institusi kepolisian memberikan penjelasan yang transparan atas kematian Jefri ini. Ia tidak ingin kasus kematian Siyono, terduga teroris di Klaten pada 10 Maret 2016, terulang lagi. Dalam kasus Siyono, dua orang anggota Densus 88 hanya diberikan sanksi etik yakni sanksi hukuman demosi tidak percaya dan diwajibkan untuk meminta maaf kepada atasannya, meski kemudian keduanya mengajukan banding.

RIANI SANUSI PUTRI | SSN






Kontras Surabaya Sebut Tragedi Kanjuruhan Akibat Kelalaian Panpel dan Tindakan Berlebihan Polisi

1 hari lalu

Kontras Surabaya Sebut Tragedi Kanjuruhan Akibat Kelalaian Panpel dan Tindakan Berlebihan Polisi

KontraS Surabaya sebut suporter tidak bersalah dalam Tragedi Kanjuruhan.


Tragedi Kanjuruhan, KontraS Surabaya Ragukan Data Korban Versi Polisi

1 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, KontraS Surabaya Ragukan Data Korban Versi Polisi

KontraS Surabaya menyebutkan banyak korban Tragedi Kanjuruhan yang langsung dibawa rekan-rekannya sehingga tak tercatat oleh polisi.


KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

2 hari lalu

KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

KontraS menyatakan setidaknya ada empat argumentasi mengapa dugaan pelanggaran hukum dan HAM terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan.


KontraS Sebut TIm PPHAM Hanya Gimmick Pemerintah

7 hari lalu

KontraS Sebut TIm PPHAM Hanya Gimmick Pemerintah

KontraS menyebut tim PPHAM bentukan pemerintah hanya merupakan gimmick semata. Seakan memperlihatkan negara telah selesaikan kasus pelanggaran HAM.


Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

7 hari lalu

Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

Sejak 2010, Sukaharjo kerap terjadi teror dan bom, terakhir ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo. Ini kejadian beberapa tahun belakangan.


Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

8 hari lalu

Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah masjid dan menewaskan sedikitnya 15 jamaah salat Jumat di negara bagian Zamfara, Nigeria


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

9 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


KontraS Minta LPSK Segera Beri Bantuan kepada Keluarga Korban Mutilasi di Papua

10 hari lalu

KontraS Minta LPSK Segera Beri Bantuan kepada Keluarga Korban Mutilasi di Papua

Pendamping keluarga korban mutilasi Michael Himan mengatakan ia berharap negara melalui LPSK memberikan bantuan terhadap keluarga


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

10 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

10 hari lalu

Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

KontraS mengungkap fakta kasus mutilasi 4 warga Papua oleh para anggota TNI. Berbeda dari temuan polisi.