Ketua DPR: Rayakan Imlek, Jangan Lupa Doa untuk Gus Dur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengambil gambar patung Gus Dur Kecil usai diresmikan di Taman Amir Hamzah, Jakarta, 25 April 2015. TEMPO/Frannoto

    Warga mengambil gambar patung Gus Dur Kecil usai diresmikan di Taman Amir Hamzah, Jakarta, 25 April 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak masyarakat untuk mendoakan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada momen perayaan tahun baru Cina atau Imlek ini. Menurut dia, Gus Dur telah mengajarkan bangsa soal menyikapi keberagaman.

    “Di perayaan Imlek tahun ini, saya mohon secara khusus kita sisipkan juga doa untuk guru bangsa, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang telah memberikan teladan tentang pentingnya mensyukuri keberagaman sebagai rahmat dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Februari 2018.

    Baca juga: Sinta Nuriyah: Gus Dur Merawat Kebudayaan yang Tersingkir

    Bamsoet berujar perayaan Imlek mempunyai makna penting bagi Indonesia. Sebab perayaan ini menunjukkan bahwa Indonesia menempatkan keberagaman sebagai kebanggaan yang tak boleh disia-siakan.

    Menurut dia, keberagaman bukan hanya menjadi kekayaan nasional, melainkan telah menjadi roh bagi Indonesia. "Saya harap perayaan Imlek kali ini bisa membawa hikmah tentang pentingnya kita menghargai keberagaman,” ucapnya.

    Bamsoet berujar perayaan Imlek tidak dimiliki oleh warga Indonesia keturunan Tionghoa saja. Saat ini Imlek telah menjadi perayaan bagi seluruh elemen suku bangsa.

    Ia berharap melalui perayaan Imlek Indonesia bisa menjadi bangsa yang beradab dan menghargai keberagaman budaya, serta mengasihi sesama anak bangsa. “Selamat merayakan Imlek. Gong xi fa cai. Kedamaian dan kesejahteraan menyertai kita semua," kata dia.

    Baca juga: Begini Peringatan Haul Ke-8 Wafatnya Gus Dur

    Peringatan Imlek secara terbuka sempat dilarang oleh pemerintah Indonesia era Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China. Namun saat Gus Dur menjadi presiden, Inpres itu dicabut dengan terbitnya Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 pada 17 Januari 2000.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.