Yang Pantas Jadi Calon Wakil Presiden Menurut Indo Barometer

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan sebelum menandatangani MoU terkait penyediaan air bersih dan air layak minum untuk Jakarta dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, di Balai Kota, Jakarta, 13 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan sebelum menandatangani MoU terkait penyediaan air bersih dan air layak minum untuk Jakarta dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, di Balai Kota, Jakarta, 13 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah nama muncul dalam survei lembaga survei Indo Barometer pada 23-30 Januari 2018 sebagai tokoh yang layak dipilih sebagai calon wakil presiden sebagai pendamping Joko Widodo pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Nama-nama itu adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono, Puan Maharani, Gatot Nurmantyo, Tito Karnavian, dan Moeldoko yang dipilih 1200 responden.

    “Anies Baswedan dipilih responden dengan alasan intelek, agamis, dan terkenal.” Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakannya dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Februari 2018. Survei itu dilakukan untuk mengukur dinamika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    Baca:
    Megawati Mulai Mencari Cawapres Jokowi untuk Pilpres 2019 ...
    Jusuf Kalla Prediksi Pilpres 2019 Diikuti 4 ...

    Menurut Qodari, responden punya lima alasan utama memilih calon wakil presiden untuk Pilpres 2019. Sebanyak 18,5 persen responden memilih karena merasa nama itu cocok sebagai wakil presiden. 16,5 persen responden memili karen tokoh pilihannya tegas, dan 15 persen karena dekat dengan rakyat, 10,5 persen memilih karena dinilai pintar atau intelek, dan 5 persen memilih karena dinilai bersifat baik.

    Responden yang memilih karena alasan dekat dengan rakyat dan berasal kalangan militer lebih menyukai Gatot Nurmantyo. Agus Harimurti Yudhoyono disukai dengan alasan baik, muda, dan berbakat.

    Responden yang menyukai karena alasan hasil kerjanya nyata dan kinerjanya bagus, menurut Qodari, lebih banyak memilih Ridwan Kamil. “Yang memberikan alasan karena mewakili perempuan, lebih banyak memilih Sri Mulyani.”

    Baca juga:
    Jika Jokowi Berpasangan dengan Prabowo ...
    SMRC: Presiden Jokowi Kunci Elektabilitas PDIP di Pilpres 2019 ...

    Prabowo dianggap paling populer oleh 87,7 persen dari 1200 responden. Berikutnya adalah Anies Baswedan 84,6 persen, Ridwan Kamil 73,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 68,5 persen, Puan Maharani 66,1 persen, Gatot Nurmantyo 57,6 persen, dan Tito Karnavian 53,1 persen.

    Sedangkan nama calon wakil presiden yang disukai publik adalah Ridwan Kamil yang disenangni 71,8 persen responden, Gatot Nurmantyo 70,2 persen, Sri Mulyani Indrawati 65 persen, Prabowo Subianto 64,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 61,2 persen, Anies Baswedan 54,9 persen, Moeldoko 54,6 persen, dan Tito Karnavian 52,7 persen.

    Margin of error survei ini 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Metode yang digunakan ialah metode acak berjenjang (multistage random sampling) terhadap warga yang memiliki hak pilih. Data survei dikumpulkan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.