Jokowi Belum Setuju Perguruan Tinggi Asing Masuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengunjungi proyek Padat karya Tunai di Gowa, Sulsel, Kamis, 15 Februari 2018. (facebook.com)

    Presiden Jokowi mengunjungi proyek Padat karya Tunai di Gowa, Sulsel, Kamis, 15 Februari 2018. (facebook.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir membicarakan rencana mengizinkan perguruan tinggi asing dibuka di Indonesia dengan rektor perguruan tinggi negeri dan swasta. Jokowi tidak ingin buru-buru menyetujui usul mengundang perguruan tinggi dari luar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam negeri.

    Perguruan tinggi asing, kata Presiden, bisa menjadi kompetitor perguruan tinggi domestik. Tanpa kompetisi, Jokowi khawatir berkembang budaya lamban dan tak inovatif. "Kalau tanpa diberi kompetitor berubah, ya enggak usah. Tapi kalau kami tunggu enggak berubah, ya kami beri." Jokowi menyampaikannya Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia 2018 di Gedung Baruga Andi Pangeran Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis, 15 Februari 2018.

    Baca:
    Setuju Perguruan Tinggi Asing Masuk Indonesia ...
    Ini Rencana Kerja 2019 Pemerintahan Jokowi

    "Gimana setuju atau tidak? Kok diam semua? Silakan nanti dibicarakan dengan Menristekdikti," kata Jokowi. Rencana membuka perguruan tinggi asing itu pernah disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Salah satu alasannya berkaitan dengan efisiensi anggaran pendidikan. Selama ini, kata Kalla pemerintah mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk beasiswa ke luar negeri.

    Dengan mengizinkan perguruan tinggi asing masuk ke Indonesia, anggaran beasiswa bisa digunakan lebih efisien. “Kami bawa sekolahnya ke sini, jadi lebih banyak anak yang bisa menikmati,” kata kalla. Namun rencana itu tidak mudah dilaksanakan.

    Jokowi memahami kondisi perguruan tinggi beragam.
    Beberapa di antaranya sudah sekelas dunia. Sedangkan perguruan tinggi lainnya masih dihadapkan pada masalah mendasar. Namun menurut Jokowi semua perguruan tinggi memiliki potensi yang sama untuk berkontribusi kepada masyarakat.

    Baca juga:
    Wasekjen Demokrat: Jokowi Mulai Ditinggal ...
    Prostitusi Dekat Istana Jokowi: Menagih Janji ... 

    Jokowi menuturkan tidak semua perguruan tinggi perlu menjadi sekelas dunia. Yang terpenting, semua institusi pendidikan perlu menjadi relevan dan berkontribusi kepada masyarakat di sekitarnya.

    Dia mencontohkan perguruan tinggi di daerah pesisir yang bisa memberi nilai lebih atas keberadaan pantai atau laut di sekitarnya melalui inovasi. Inovasi bisa di bidang pembudidayaan ikan, pengolahan hasil lau, hingga pelestarian budaya bahari. Sedangkan perguruan tinggi di daerah pertanian dapat mengingkatkan inovasi pengelolaan lahan yang efektif dan efisien, teknologi peningkatan hasil peternakan dan industri pengolahannya.

    Bagi perguruan tinggi yang sudah masuk kompetisi global, Jokowi berpesan agar mereka mampu bersaing dan memenangkan kompetisi dengan berinvoasi. "Mengembangkan program studi, departemen, atau fakultas baru yang inovatif, yang memanfaatkan peluang lanskap ekonomi global," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.