Jumat, 17 Agustus 2018

Komnas Perempuan: KDRT Jadi Kasus Terbanyak pada Perempuan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan. radiocacula.com

    Ilustrasi kekerasan. radiocacula.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Koordinator Bidang Pemantauan Komisi Nasional Perempuan, Dewi Ayu Kartika Sari mengatakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selalu menjadi kasus terbanyak yang diadukan setiap tahun. Menurut Dewi, jumlah kasus KDRT yang diadukan selama tahun 2017 sekitar 300 ribu kasus.

    “KDRT selalu jadi kasus yang terbanyak. Alasan utamanya karena di Indonesia masih ada budaya patriarki,” kata Dewi di Gedung Harian Nasional pada Rabu, 14 Februari 2018.

    Baca: LBH APIK: Sistem Hukum di Indonesia Masih Tak Adil pada Perempuan

    Menurut Dewi, selain budaya patriarki, pendidikan gender juga menjadi faktor tingginya kekerasan terhadap perempuan. Ketimpangan relasi gender dalam keluarga, kata dia, juga menjadikan KDRT terus menerus terjadi dan semakin besar jumlahnya sejak 10 tahun terakhir.

    “Bagaimana perempuan selalu dianggap hanya berkewajiban di rumah, menjaga anak, mengurus keluarga. Ini juga mempengaruhi banyaknya kasus KDRT,” ujar Dewi.

    Menurut Dewi, mayoritas yang menjadi korban dalam KDRT adalah perempuan, khususnya istri. Namun, dampak dari kasus KDRT bisa meluas, bukan hanya pada istri tapi juga pada anak-anak dalam keluarga tersebut. "Anak dalam keluarga yang penuh kekerasan akan memiliki trauma yang panjang," ujarnya.

    Baca: Ini Kata Djarot Soal Pria yang Gemar Kekerasan dalam Keluarga

    Sementara Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) mencatat, dari total 648 pengaduan, ada 308 kasus KDRT. LBH APIK mencatat, kasus KDRT lebih tinggi 47,53 persen dari kasus lainnya.

    Direktur LBH APIK, Veni Siregar mengatakan, meskipun korban menyadari telah mendapatkan kekerasan, namun sebagian besar tidak mau melapor ke kepolisian. Hal itu, menurut Veni, karena masih ada pandangan bahwa istri telah membongkar aib keluarganya apabila melapor. “Akhirnya korban memilih diam dibandingkan menempuh jalur hukum,” kata Veni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.