BIN Persiapkan Pengamanan Kunjungan Jusuf Kalla ke Afganistan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Intelejen Negara Jenderal Budi Gunawan usai rapat kerja bersama Komisi Pertahanan DPR RI, Jakarta, 19 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Kepala Badan Intelejen Negara Jenderal Budi Gunawan usai rapat kerja bersama Komisi Pertahanan DPR RI, Jakarta, 19 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan mengatakan sudah ada tim dari Indonesia di Afganistan untuk mempersiapkan pengamanan kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Tim sedang bekerja di sana. Dengan aparat intelijen, aparat kepolisian, dan angkatan bersenjata di sana," katanya saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

    Meski kondisi keamanan di Afganistan sedang tidak stabil, Budi menuturkan Jusuf Kalla tetap akan berangkat ke sana sesuai dengan jadwal, yaitu pada 26 Februari 2018. "Insya Allah agenda sudah ditentukan dan kami sudah menyiapkan segalanya," ujarnya.

    Baca: Jokowi: Wapres JK Bakal ke Afganistan Akhir Februari

    Kunjungan Kalla ke Afganistan merupakan tindak lanjut setelah lawatan Presiden Joko Widodo dalam diplomasi perdamaian pada akhir Januari lalu. Bersama para pemuka agama Afganistan, Indonesia akan membantu menyelesaikan konflik yang terus berkecamuk di negara tersebut.

    Jokowi melawat ke Afganistan akhir bulan lalu di tengah rangkaian teror bom di Kota Kabul. Selama enam jam di ibu kota pemerintahan itu, Jokowi dan rombongan mendapat pengawalan ketat.

    Sebelumnya, Kalla menuturkan tidak merasa khawatir berkunjung ke Afganistan. Ia yakin kunjungan kenegaraannya itu akan berjalan dengan lancar.

    Simak: Pengalaman Afganistan, Jokowi: Jangan Lupa Nikmatnya Kerukunan

    Budi berujar kedatangan Kalla ke Afganistan untuk menghadiri pertemuan dengan forum ulama setempat. Menurut dia, Indonesia siap membantu rekonsiliasi pihak-pihak yang berseteru di Afganistan.

    Bentuk rekonsiliasi yang ditawarkan, kata Budi, semacam membentuk organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Nahdlatul Ulama. "Itu nanti kami kembangkan. Wujudnya, pertemuan para ulama dengan konsep NU yang ada di Indonesia akan diterapkan di sana. Mereka meminta bantuan seperti itu," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.