Fredrich Yunadi Bilang KPK Memperkosa HAM dan Melecehkan Peradi

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Terdakwa Obstruction of Justice Fredrich Yunadi, saat mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

TEMPO.CO, JakartaFredrich Yunadi menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkosa hak asasi manusia (HAM) dan melecehkan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) saat menyampaikan eksepsinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, pada Kamis, 15 Februari 2018.

Hal tersebut disampaikan Fredrich Yunadi berkenaan dengan penuntutan dirinya melakukan tindak pidana, sedangkan dia menjalankan tugas sebagai advokat dalam kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Baca juga: Fredrich Yunadi Akan Jalani Sidang Eksepsi Hari Ini

"KPK dengan sekonyong-konyong melecehkan Peradi. Sejak kapan KPK berwenang menentukan advokat beretiket baik atau tidak? " ujarnya dalam persidangan.

Fredrich lantas menyebut KPK telah memperkosa HAM sebagaimana diatur dalam Pasal 28 UU 1945 bahwa setiap orang berhak atas jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil.

Menurut kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa, advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien di dalam maupun di luar sidang pengadilan. Hal tersebut diatur dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI), tanggal 14 Mei 2014, Nomor: 26/PUU-XI/2013, yang diperluas maknanya dari Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Adapun atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan advokat dalam menjalankan tugasnya, Refa melanjutkan, menjadi kewenangan Komisi Pengawas Peradi, yang kemudian dapat dilimpahkan kepada Dewan Kehormatan Peradi untuk diperiksa, diadili, dan diputus, apakah seseorang advokat dalam menjalankan tugas profesinya sudah sesuai atau tidak dengan Kode Etik Advokat dan peraturan perundang-undangan.

"Dengan demikian, yang berwenang menentukan seorang advokat dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik atau tidak adalah Peradi, organisasi advokat di mana advokat tersebut terdaftar sebagai anggotanya.”

Baca juga: Fredrich Yunadi Klaim Punya Bukti Rekaman KPK Ancam Keluarganya

Sebelumnya, Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Peradi Jakarta telah memutuskan memecat Fredrich Yunadi dengan alasan pelanggaran Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI). Dia dianggap melanggar KEAI karena menelantarkan klien setelah menerima honor Rp 450 juta. Namun Fredrich membantah hal tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding atas pemecatannya.

Wakil Sekretaris Jenderal Peradi Rivai Kusumanegara mengatakan putusan pemecatan Fredrich Yunadi dibacakan dalam sidang DKD Peradi Jakarta pada Jumat, 2 Februari 2018.

Meski Fredrich telah diberhentikan DKD Peradi Jakarta, Rivai mengatakan putusan pemecatan itu belum berkekuatan hukum tetap. "Fredrich masih dipersilakan mengajukan banding ke Dewan Kehormatan Pusat (DKP) dalam 21 hari," kata Rivai.

Fredrich Yunadi menjadi terdakwa dalam kasus dugaan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung dan tidak langsung penyidikan Setya Novanto oleh KPK.






KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

7 jam lalu

KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

Dodi Reza Alex divonis 6 tahun penjara. Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan kemudian mengurangi hukuman itu menjadi 4 tahun saja.


KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

13 jam lalu

KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

KPK menduga ada anggota DPR periode 2009-2014 dan pihak lainnya yang menerima suap Rp 100 miliar.


KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

14 jam lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.


KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

15 jam lalu

KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

KPK mencegah 2 orang dalam kasus korupsi Garuda Indonesia. Kasus yang pernah menyeret Emirsyah Satar ke balik jeruji.


KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

16 jam lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

Istri dan anak Lukas Enembe dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi kepada Gubernur Papua itu.


KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

1 hari lalu

KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

KPK menahan tersangka kedelapan dalam kasus suap pengurusan perkara yang menyeret hakim agung nonaktif Sudrajad Dimyati.


KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

KPK belum berhasil memeriksa Lukas Enembe. Lukas beralasan sakit.


Periksa Pramugari, KPK Telisik Private Jet Lukas Enembe

1 hari lalu

Periksa Pramugari, KPK Telisik Private Jet Lukas Enembe

KPK memeriksa seorang pramugari RDG Airlines Tamara Anggraeny di kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe pada Senin, 3 Oktober 2022


Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

1 hari lalu

Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

"Saat ini posisi Gubernur Anies masih dalam proses pemeriksaan di KPK," kata politikus PDIP Gilbert Simanjuntak


Tokoh Adat Minta MRP dan DPR Papua Bantu KPK untuk Bisa Periksa Lukas Enembe

1 hari lalu

Tokoh Adat Minta MRP dan DPR Papua Bantu KPK untuk Bisa Periksa Lukas Enembe

Tokoh Adat minta MRP dan DPR Papua melakukan pendekatan dengan tetua adat dari gunung agar pemeriksaan Lukas Enembe bisa segera dilakukan oleh KPK.