Budi Gunawan: Bantu Rekonsiliasi Afganistan, RI Siapkan Konsep NU

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan, memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) periode 2017-2022 di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta, 12 Januari 2018. Dalam acara itu, Budi Gunawan dikukuhkan menjadi Wakil Ketua Majelis Pakar PP DMI yang pengukuhannya dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum PP DMI. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan, memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) periode 2017-2022 di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta, 12 Januari 2018. Dalam acara itu, Budi Gunawan dikukuhkan menjadi Wakil Ketua Majelis Pakar PP DMI yang pengukuhannya dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum PP DMI. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan mengatakan Indonesia menawarkan konsep Nahdlatul Ulama (NU) untuk membantu mengakhiri konflik Afganistan. Konsep ini akan disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berkunjung ke Afganistan pada 26 Februari mendatang.

    "Sudah ada dari NU yang bekerja di sana. Nanti konsep NU Afganistan itu sudah jalan di sana. Itu nanti kami kembangkan," kata Budi saat bertemu dengan Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis, 15 Februari 2018.

    Baca juga: Di Afganistan, Presiden Jokowi Emoh Gunakan Rompi Antipeluru

    Budi menuturkan, di Afganistan, Kalla akan menghadiri pertemuan dengan forum ulama setempat. Kunjungan ini sebagai tindak lanjut kedatangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Afganistan dalam diplomasi perdamaian pada akhir Januari kemarin.

    Budi menjelaskan, peran Indonesia dalam mewujudkan rekonsiliasi di sana sudah berlangsung lewat berdirinya Indonesia Islamic Center. Ke depan, kata dia, akan dibangun pula rumah sakit di sana. "Simbol peran Indonesia, keterlibatan Indonesia dalam proses rekonsiliasi," kata Wakil Dewan Pakar Dewan Masjid Indonesia itu.

    Sebelumnya, Jokowi menuturkan Indonesia diminta oleh Presiden Afganistan Ashraf Gani, agar menjadi mediator konflik-konflik yang ada di sana. Pasalnya, Indonesia dianggap netral dan tidak terlibat konflik serta politik di sana.

    Jokowi mengutip pernyataan Ibu Negara Afganistan Rula Ghani bahwa perang dan konflik telah menghancurkan nilai kemanusiaan di Afganistan. Mereka yang berkonflik hanya memikirkan bagaimana caranya bertahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.