Keluarga: TKI Tewas di Malaysia, Adelina Sau, Hilang Sejak 2015

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepupu Adelina Sau, Ambrosius Ku, saat mengadu ke LSM Piar, Kupang, NTT,  15 Februari 2018. R|TEMPO/YOHANES SEO

    Sepupu Adelina Sau, Ambrosius Ku, saat mengadu ke LSM Piar, Kupang, NTT, 15 Februari 2018. R|TEMPO/YOHANES SEO

    TEMPO.CO, Kupang - Adelina Sau (bukan Lisao seperti diberitakan sebelumnya), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Abi, Kecamatan Oenino, Timor Tengah Selatan (TTS), meninggal di Malaysia karena disiksa majikannya. Adelina menghilang sejak 2015 lalu.

    Menurut sepupu Adelina, Ambrosius Ku, Adelina lahir di Desa Abi, TTS, pada 15 April 1989 dan sekarang berumur 29 tahun. Adelina merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ayahnya bernama Marthen Sau dan mamanya Yohana Banunaek.

    Baca juga: Pemerintah Memulangkan Jenazah TKI Adelina Lisao Hari Ini

    "Di desanya Adelina bekerja membantu orang tuanya berkebun," kata Ambrosius kepada Tempo, Kamis, 15 Februari 2018.

    Menurut Ambrosius, Adelia dilaporkan menghilang dari rumah sejak Agustus 2015. Sebelum menghilang, ada seorang ibu yang tidak diketahui namanya, beberapa kali ke rumah Adelia dan mengajaknya untuk bekerja di Malaysia. "Ibu Adelina menolak ajakan itu, karena ayahnya sakit-sakitan," kata Ambrosius.

    Pada Agustus 2015, lanjut Ambrosius, ibu itu datang lagi dan membawa Adelina secara diam-diam dan mengirimnya ke Malaysia. Mulai saat itu, tidak ada kabar berita soal Adelina. "Keluarga terus mencari Adelina," katanya.

    Namun, keluarga akhirnya mendapat kabar tentang Adelina meninggal. "Kami tahu dari seorang pendeta di Oenino yang membawa kabar bahwa Adelina telah meninggal," katanya.

    Karena itu, keluarga minta agar jenazah korban segera dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. "Kami hanya minta agar jenasah dipulangkan," pintanya.

    Dia juga meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus human trafficking yang membuat Adelina Sau jadi korban. "Kami minta agar perekrut dan pengirim harus dihukum seberat-beratnya," kata Ambrosius.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.