OTT Bupati Subang, KPK Dalami Pemakaian Uang Suap untuk Kampanye

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana tugas (Plt), Bupati Subang Imas Aryumningsih, menunggu pemeriksaan atas dirinya oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 20 juni 2016. KPK memeriksa Imas dalam kasus dugaan suap terhadap Jaksa Penuntut Umum. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pelaksana tugas (Plt), Bupati Subang Imas Aryumningsih, menunggu pemeriksaan atas dirinya oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 20 juni 2016. KPK memeriksa Imas dalam kasus dugaan suap terhadap Jaksa Penuntut Umum. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengatakan penyidik akan mendalami dugaan penggunaan uang suap Bupati Subang Imas Aryumningsih untuk biaya kampanye.

    “Masih terlalu dini untuk disampaikan, tapi kami juga akan mendalami hal tersebut,” ujar Febri di Kantor KPK, Jakarta pada Rabu, 14 Februari 2018.

    Baca: Imas Aryumningsih, Bupati Subang Ketiga yang Beperkara Korupsi

    Imas yang terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK di Subang, Selasa malam, 13 Februari 2018, saat ini berstatus sebagai calon petahana Bupati Subang dalam Pemilihan Kepala Daerah 2018. Ia berdampingan dengan pensiunan TNI Angkatan Udara, Kolonel (Purn) Sutarno. Keduanya didukung oleh Partai Keadilan Bangsa serta Partai Golkar.

    Berdasarkan pengalaman OTT oleh KPK terhadap kepala daerah, kata Febri, uang suap atau gratifikasi tersebut seringkali digunakan sebagai dana kampanye. Pada Ahad, 11 Februari 2018, Bupati Ngada Marianus Sae juga terkena OTT KPK. Marianus diduga menerima suap atas sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membiayai kampanye dalam pemilihan gubernur NTT 2018.

    Baca: 8 Orang Ditangkap KPK dalam OTT di Subang

    Uang suap yang diterima Marianus diduga digunakan sebagai dana kampanye. Marianus Sae maju dalam pilgub NTT bersama Emilia Nomleni diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

    Selain Marinus, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko terjerat kasus yang sama. Nyono diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyanti sebesar Rp 275 juta.

    Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengungkapkan bahwa sebagian uang suap tersebut digunakan Nyono sebagai dana kampanye dalam Pilkada 2018. "Diduga sekitar Rp 50 juta telah digunakan NSW (Nyono) untuk membayar iklan terkait rencananya maju dalam Pilkada Kabupaten Jombang 2018," kata dia.

    Bupati Subang Imas Aryumningsih ditangkap KPK bersama tujuh orang lainnya yang terdiri dari pihak swasta, perantara, serta pejabat dan pegawai setempat. Tim dari KPK juga turut menyita uang ratusan juta rupiah sebagai bukti awal. Febri mengatakan penangkapan tersebut terkait dengan suap izin penggunaan lahan oleh perusahaan kepada Imas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.