Senin, 22 Oktober 2018

8 Orang Ditangkap KPK dalam OTT di Subang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 17 November 2017.  Setya sedang menjalani perawatan di RSCM setelah dipindahkan dari RS Medika Permata Hijau akibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Permata Berlian, Jakarta Selatan, pada Kamis malam, 16 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 17 November 2017. Setya sedang menjalani perawatan di RSCM setelah dipindahkan dari RS Medika Permata Hijau akibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Permata Berlian, Jakarta Selatan, pada Kamis malam, 16 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menciduk delapan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Subang malam tadi, 13 Februari 2018. Bupati Subang Imas Aryumningsih dikabarkan ikut terjaring OTT tersebut.

    "Dari kegiatan tadi malam, diamankan delapan orang, termasuk kepala daerah di Subang, kurir, swasta dan unsur pegawai setempat," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah ketika dikonfirmasi pada Rabu, 14 Februari 2018.

    Baca: Bupati Subang Imas Aryumningsih Dikabarkan Terjerat OTT KPK

    Febri menjelaskan, dari identifikasi awal transaksi, penangkapan ini diduga terkait dengan kewenangan perizinan. "Tim mengamankan sejumlah uang," kata dia.

    Delapan orang tersebut, lanjut Febri, telah dibawa ke gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status delapan orang yang terkena OTT tersebut.

    Terkait kabar bahwa Bupati Subang Imas Aryumningsih ikut ditangkap dalam OTT tersebut, Ketua DPD Golkar Subang, Ketua Korbid Kesra DPP Partai Golkar Roem Kono enggan berkomentar. "Saya belum bisa kasih komentar, masih di luar kota dan juga belum tahu," kata Roem.

    Baca juga: Bupati Imas Bicara tentang Telur, Jangan Selewengkan Bantuan CSR

    Jika Bupati Subang Imas terkena OTT, dia akan menambah daftar kepala daerah kader Partai Golkar yang terseret kasus korupsi. Sebelumnya, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko juga kader Golkar, tertangkap tangan KPK pada Sabtu, 3 Februari 2018. Dia menjadi tersangka dalam perkara suap Dinas Kesehatan Jombang terkait pengurusan dan perizinan penempatan jabatan di Pemkab Jombang.

    KPK juga telah menahan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari yang juga kader Golkar, dalam dugaan pencucian uang dari hasil tindak pidana korupsi dan gratifikasi dalam sejumlah proyek dan perizinan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Sejumlah kepala daerah yang merupakan kader Golkar juga tersangkut kasus yang sama. Setidaknya selama 2017, sudah ada beberapa kepala daerah dari Partai Golkar termasuk yang tertangkap korup oleh lembaga anti rasuah itu. Di antaranya adalah, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, Bupati Kukar Rita Widyasari, Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi, dan Wali Kota Tegal Siti Masitha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.