Suap Bakamla, Golkar Minta Jangan Berspekulasi soal Inisial FA

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 27 Desember 2017. Fayakhun Andriadi, diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan kasus suap proyek pengadaan satellite monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla). TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota DPR dari fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 27 Desember 2017. Fayakhun Andriadi, diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan kasus suap proyek pengadaan satellite monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meminta publik jangan berspekulasi soal tersangka baru kasus korupsi proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut atau suap satelit Bakamla. Menurut Ace, inisial FA yang disebut-sebut sebagai tersangka baru kasus tersebut belum tentu Fayakhun Andriadi, politikus Partai Golkar yang kini menjadi anggota Komisi I DPR.

    “Jangan dulu mengambil kesimpulan terhadap proses pengadilan,” kata Ace saat dihubungi Tempo pada Selasa malam, 13 Februari 2018.

    Baca: KPK Bakal Rilis Nama Tersangka Baru Kasus Suap Bakamla

    Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, mengatakan lembaganya akan segera merilis ihwal tersangka baru dalam kasus suap Bakamla. Belakangan beredar isu tersangka itu adalah seseorang berinisial FA.

    Saat dicecar awak media apakah FA adalah Fayakhun Andriadi dari Partai Golkar, Febri tak menjawab. Namun, Febri membenarkan ada pengembangan baru dalam kasus suap Bakamla. Adapun status seseorang sebagai tersangka akan diumumkan secara resmi dalam konferensi pers.

    Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan soal tersangka baru suap Bakamla. Ia memberi sinyal bahwa tersangka itu berinisial FA. Seperti Febri, Agus tak menjelaskan siapa FA yang dimaksud. “Ya, tunggu konferensi pers saja lah,” ujar Agus.

    Baca: Suap Satelit Bakamla, KPK Cegah Anggota DPR Fayakhun Andriadi

    Fayakhun pernah diperiksa oleh penyidik KPK terkait dugaan suap Bakamla pada Rabu, 27 Desember 2017. Saat itu, Febri tak dapat mengonfirmasi apakah Fayakhun menjalani pemeriksaan penyelidikan atau penyidikan.

    Menurut Febri, KPK ketika itu membutuhkan beberapa informasi tambahan untuk pengembangan perkara dugaan suap Bakamla. Fayakhun juga sudah dicegah bepergian ke luar negeri terhitung sejak 20 Juni 2017.

    Kasus suap satelit Bakamla bermula saat KPK menggelar operasi tangkap tangan pada Desember 2016. Mereka yang telah divonis bersalah adalah Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi, Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah, serta dua anak buah Fahmi, Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus.

    Saat ini, terdakwa suap Bakamla Nofel Hasan sedang menjalani proses persidangan. Adapun tersangka lain adalah Direktur Data dan Informasi Bakamla Laksamana Pertama Bambang Udoyo, yang diusut polisi militer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.