Rabu, 22 Agustus 2018

Koperasi PNS Jabar Beli Saham Bandara Kertajati

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat meninjau pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, 24 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat meninjau pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, 24 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    INFO JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan saham PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) akan dimiliki ribuan pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KPPS). “Dana akan mengucur lagi dari dana Koperasi PNS,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Di Bandung, Selasa, 13 Februari 2018.

    Menurut dia, setelah PT Angkasa Pura II dipastikan masuk sebagai pemegang saham badan usaha milik daerah (BUMD) PT BIJB, maka pemegang saham lain masih diperlukan setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara mayoritas menguasai 51 persen. Koperasi yang terbentuk sejak dua tahun lalu rencananya akan mengambil porsi 2 persen saham PT BIJB senilai Rp 50 miliar.

    Dana segar tersebut dinilai Aher bisa membuat penuntasan pembangunan sisi darat Bandara Kertajati makin cepat. “Sebelumnya, dana segar datang dari sindikasi perbankan syariah, lalu selain koperasi juga akan dirilis Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT),” ujarnya.

    Pembelian saham PT BIJB oleh koperasi PNS, lanjut Aher, akan terus ditingkatkan hingga 5 persen dalam tiga tahun ke depan. Target ini dilihat dari besarnya omzet yang dikelola KPPS sehingga angka Rp 125 miliar dianggap memungkinkan. “Yang sekarang setara 2 persen, tambahannya masih terbuka. Saya berharap sampai 5 persen,” ucapnya.

    Pemerintah provinsi sendiri belum mendapat kepastian berapa besaran saham yang akan diambil PT AP II dan RDPT. Karena selain saham, AP II pun memiliki kewajiban menggelontorkan dana untuk membangun sisa runway 500 meter guna melengkapi landasan pacu Kertajati yang saat ini sudah 2.500 meter.

    “Sesuai harapan Presiden Joko Widodo, perpanjangan runway 500 meter lagi agar bandara Kertajati bisa untuk penerbangan haji. Sesuai perjanjian, perpanjangan ini akan dibangun AP II,” tuturnya.

    Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua KPPS Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pembelian saham PT BIJB tersebut dilakukan pihak PT BIJB mengajukan surat permohonan agar koperasi bisa menyertakan modal di BUMD tersebut. “Atas dasar surat tersebut kami bahas di rapat pengurus, selanjutnya kami menerima dengan melapor ke Gubernur,” katanya.

    Iwa mengatakan, pihaknya sepakat menyertakan modal sebesar 2 persen dari total kebutuhan PT BIJB sekitar Rp 2,5 triliun atau setara dengan dana sebesar Rp 50 miliar. Penyertaan modal ini tinggal menunggu surat balasan dari direksi PT BIJB agar mereka membahas rencana pembelian saham tersebut di RUPS. “Ini jadi dasar direksi membalas surat KPPS,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.