Tokoh Agama Diserang, Din Syamsuddin: Ada Skenario Sistematis

Presiden Joko Widodo didampingi mempersilakan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyampaikan keterangan mengenai penunjukan dirinya sebagai utusan khusus presiden, di Istana Merdeka, Jakarta, 23 Oktober 2017. Presiden Jokowi mengangkat Din Syamsuddin sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, meyakini ada skenario sistematis di balik serangkaian peristiwa penyerangan terhadap tokoh agama yang terjadi akhir-akhir ini. Dia menyebut serangkaian penyerangan itu untuk mengadu domba antarumat beragama.

"Saya berkeyakinan, ini sengaja mengadu domba antarumat beragama," kata dia saat menghadiri acara peresmian Masjid Arif Nurul Huda di halaman Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya, Selasa, 13 Februari 2018. Dia meyakini hal tersebut didasarkan atas tiga pertimbangan.

Baca juga: Penyerangan Tokoh Agama, Jusuf Kalla Yakin Tak Terkait Politik

Pertama, penyerangan itu terjadi secara beruntun. Kedua, penyerangan ditujukan kepada lambang dan figur agama. Terakhir, penyerangan dilakukan orang tidak waras. "Maka cukup kuat alasan menyebutkan adanya skenario sistematik yang disengaja untuk mengadu domba."

Karena itu, Din mendesak aparat keamanan, dalam hal ini polisi, mengusut secara tuntas siapa dan apa di balik serangkai penyerangan itu. Din khawatir jika tidak diusut tuntas, menimbulkan reaksi dan kecurigaan antarumat beragama. Selain itu, polisi akan dianggap tidak profesional.

Din, yang juga diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Utusan Khusus untuk Dialog Antar Umat Beragama ini, mengaku prihatin dan mengecam pelbagai bentuk tindakan kekerasan terhadap figur agama. "Ini semua kita tanggapi dengan penuh keprihatinan dan penyesalan," katanya.

Baca juga: MUI: Politisasi Agama itu Menyesatkan dan Lebih dari Haram

Din mengaku miris dengan serangkaian penyerangan pada tokoh agama itu karena beberapa waktu lalu sebanyak 450 pemuka agama di seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta menyepakati untuk membina dan mengembangkan kerukunan antarumat beragama. "Ini bagaikan tamparan," katanya.

Dia pun berpesan kepada seluruh umat beragama agar tetap tenang dan dapat mengendalikan diri serta tidak terpengaruh oleh provokasi-provokasi yang ingin mengadu domba.






Anies Baswedan Bicara Soal Politik Identitas di Hadapan Ratusan Anak Muda

6 hari lalu

Anies Baswedan Bicara Soal Politik Identitas di Hadapan Ratusan Anak Muda

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membahas soal politik identitas dalam kontestasi politik Indonesia. Singgung soal rekam jejak.


Din Syamsuddin Minta MK Copot Jubirnya Usai Pernyataan Presiden 2 Periode Jadi Cawapres

22 hari lalu

Din Syamsuddin Minta MK Copot Jubirnya Usai Pernyataan Presiden 2 Periode Jadi Cawapres

Din Syamsuddin meminta MK mencopot juru bicaranya karena telah bicara soal kemungkinan presiden 2 periode bisa jadi calon wakil presiden.


Menolak Transgender, Guru di Irlandia Diperkarakan

29 hari lalu

Menolak Transgender, Guru di Irlandia Diperkarakan

Seorang guru di Irlandia menolak menyebut murid transgender dengan sebutan khusus karena bertentangan dengan agama.


Pemerintah Naikkan Harga BBM, Din Syamsuddin: Pertanda Rezim Tidak Prorakyat

33 hari lalu

Pemerintah Naikkan Harga BBM, Din Syamsuddin: Pertanda Rezim Tidak Prorakyat

Menurut Din Syamsuddin, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM ini membajak hak rakyat.


Komisi Penyiaran Indonesia Jabar Keluarkan Surat Edaran Siaran Keagamaan

50 hari lalu

Komisi Penyiaran Indonesia Jabar Keluarkan Surat Edaran Siaran Keagamaan

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat mengeluarkan surat edaran tentang siaran keagamaan. Edaran ini memuat 14 poin.


Partai Berkarya dan Partai Pelita Din Syamsuddin Gugat Keputusan KPU ke Bawaslu

50 hari lalu

Partai Berkarya dan Partai Pelita Din Syamsuddin Gugat Keputusan KPU ke Bawaslu

Pengajuan permohonan sengketa bisa dilakukan maksimal tiga hari sejak dikeluarkannya Keputusan KPU atau Berita Acara KPU.


16 Parpol Gagal Jadi Peserta Pemilu 2024: Partai Besutan Farhat Abbas hingga Cucu Soeharto

51 hari lalu

16 Parpol Gagal Jadi Peserta Pemilu 2024: Partai Besutan Farhat Abbas hingga Cucu Soeharto

Sebanyak 16 partai gagal menjadi calon peserta Pemilu 2024, karena dokumen pendaftaran mereka dinyatakan tidak lengkap hingga akhir masa pendaftaran pada 14 Agustus 2022.


Hadapi Pemilu 2024, Partai Pelita Sasar Pemilih Milenial

55 hari lalu

Hadapi Pemilu 2024, Partai Pelita Sasar Pemilih Milenial

Ketua Umum Partai Pelita Beni Pramula pun menyebut bahwa 70 persen dari kader Partai Pelita merupakan generasi muda yang berusia di bawah 40 tahun.


Pemain Lama dengan Bungkus Partai Baru di Pemilu 2024

3 Agustus 2022

Pemain Lama dengan Bungkus Partai Baru di Pemilu 2024

Sejumlah partai mendaftar untuk ikut Pemilu 2024. Ada partai besutan loyalis Anas Urbaningrum hingga partai bentukan Amien Rais.


Toleransi Beragama, Ruben Onsu dan Sarwendah Renovasi Musala yang Nyaris Roboh

1 Agustus 2022

Toleransi Beragama, Ruben Onsu dan Sarwendah Renovasi Musala yang Nyaris Roboh

Ruben Onsu berharap musala yang telah direnovasinya dapat memudahkan serta membuat warga di sekitar semakin rajin beribadah.