Penyerang Gereja St Lidwina Gagal Buat Paspor ke Suriah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Gereja Santa Lidwina, sehari setelah terjadinya penyerangan di Sleman, Yogyakarta, 12 Februari 2018. Umat dan warga gotong royong membersihkan gereja dari bekas ceceran darah dan juga peralatan yang rusak. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Suasana Gereja Santa Lidwina, sehari setelah terjadinya penyerangan di Sleman, Yogyakarta, 12 Februari 2018. Umat dan warga gotong royong membersihkan gereja dari bekas ceceran darah dan juga peralatan yang rusak. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan Suliyono, pelaku penyerangan Gereja St Lidwina bukan hanya satu kali mengurus paspor agar bisa berangkat ke Suriah.

    "Sudah dua atau tiga kali," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Selasa, 13 Februari 2018.

    Baca: Penyerang Gereja St Lidwina Diduga Sempat Bermalam di Musala

    Setyo mengatakan Suliyono mengurus paspor sebelum ia datang ke Yogyakarta. Ia mendatangi Kantor Imigrasi Magelang dan Yogyakarta.

    Namun, kata Setyo, Suliyono terkendala dalam proses administrasi. "KTP dia tidak bisa digunakan untuk meminta paspor hingga ditolak pihak Imigrasi," ujarnya.

    Suliyono melakukan penyerangan di Gereja St Lidwina, Sleman, Yogyakarta. Ia melukai empat orang, yang terdiri dari jemaat, pastor dan seorang polisi. Penyerangan tersebut diduga berkaitan dengan motif jihad.

    Baca: Kapolri: Pelaku Penyerangan Gereja St Lidwina Pernah ke Poso

    Setyo mengatakan, dalam interogasi awal, Suliyono mengaku bahwa dia ingin pergi berjihad ke luar negeri. Selain itu, dia mengaku melihat aksi-aksi teror di internet dan ingin melakukan juga.

    Meski begitu, menurut Setyo, sampai sekarang kepolisian masih menunggu Suliyono sembuh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk mengenai apakah Suliyono bergerak sendiri atau terhubung dengan kelompok tertentu. "Dugaan sementara bekerja sendiri, namun indikasi untuk terhubung dengan suatu kelompok masih didalami," ujarnya.

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku penyerangan Gereja St Lidwina Suliyono pernah pergi ke Poso. Ia pun diduga terpengaruh paham radikal sehingga melakukan aksi penyerangan. Indikasi ini menguat karena Suliyono juga pernah mengurus paspor ke Suriah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.