Minggu, 25 Februari 2018

Ratu Maxima Apresiasi Perkembangan Keuangan Inklusif Indonesia

Reporter:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

Editor:

Endri Kurniawati

Selasa, 13 Februari 2018 13:27 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Maxima Apresiasi Perkembangan Keuangan Inklusif Indonesia

    Utusan khusus PBB untuk inklusi keuangan Ratu Maxima dan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Februari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Secretary General's Special Advocate/UNSGA) untuk Inklusi Keuangan Ratu Maxima mengapresiasi langkah  pemerintah Indonesia. Menurut Ratu, dibandingkan kunjungan terakhirnya ke Indonesia 18 bulan lalu, pemerintahan Presiden Jokowi saat ini telah banyak membuat kebijakan di bidang keuangan inklusif.

    "Saya senang untuk mengatakan Indonesia telah membuat banyak kemajuan dalam isu ini," katanya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018.

    Baca: Presiden Jokowi Terima Kunjungan Ratu Maxima Hari Ini

    Namun Maxima mengingatkan Indonesia masih banyak memiliki pekerjaan rumah. Ia menjelaskan masih banyak masyarakat di pedesaan yang belum bisa mengakses bank dan layanan finansial lainnya. "Khususnya mereka yang bergerak di sektor pertanian," tuturnya.

    Kepada Presiden Joko Widodo, Maxima menuturkan PBB akan membantu meningkatkan keuangan inklusif di Indonesia. "Saya menantikan untuk melanjutkan kerja sama dengan pemerintah dan juga pihak swasta.” Tidak hanya bank milik negara, tapi juga bank-bank lainnya.

    Baca juga: Perluas Inklusi Keuangan, Ratu Maxima: RI Punya Banyak PR

    Presiden Jokowi mengatakan dalam pengembangan keuangan inklusif yang paling penting adalah penyederhanaan sistem dan izin. Ia berjanji akan mempercepat inklusi keuangan. “Kalau belum bisa, ya majunya tidak akan sepesat yang kita inginkan."


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.