Sabtu, 26 Mei 2018

TKW Sekarat di Dekat Anjing, Hanif Dhakiri: Penyiksanya Ditangkap

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adeline, pekerja migran Indonesia tewas di rumah sakit Penang, Malaysia , sekujur tubuhnya penuh luka dan tidur di teras rumah bersama anjing majikannya.

    Adeline, pekerja migran Indonesia tewas di rumah sakit Penang, Malaysia , sekujur tubuhnya penuh luka dan tidur di teras rumah bersama anjing majikannya.

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Tenaga Kerja mengatakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang meninggal di Malaysia berasal asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hal itu diketahui dari paspor yang telah didapat oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia  (KJRI) Penang seusai bertemu dengan Polis Diraja Malaysia.

    “Nama asli Adelina Lisao, paspor A4725964, lahir 27 April 1992, alamat Dusun Tanah Merah, Kupang Tengah, Kupang. Bukan dari Medan seperti diberitakan sebelumnya,” ujar Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 12 Februari 2018.

    Baca: Kisah Pilu TKW Sekarat di Samping Anjing Majikan di Malaysia

    Sebelumnya, Adelina, 21 tahun, ditemukan duduk tak berdaya di beranda rumah majikannya ditemani seekor anjing hitam jenis rottweiler. Adelina diselamatkan tim yang datang dengan kondisi kepala dan wajah bengkak serta kedua kaki penuh luka dan sudah terinfeksi.

    Dari pengakuan para tetangga di sekitar rumah, lebih dari sebulan Adelina dipaksa untuk tidur bersama anjing rottweiler di beranda rumah. Setelah diselamatkan, Adelina dilarikan ke Rumah Sakit Mertajam. Namun ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu, 11 Februari 2018.

    Simak: Kemlu Klarifikasi Dugaan Penganiayaan TKW di Arab Saudi

    Hanif menuturkan dari catatan Kemenaker, Adelina sebelumnya pernah masuk ke Malaysia secara resmi. Adelina juga pulang ke NTT pada September 2014. “Dan kembali lagi ke Malaysia Desember 2014 melalui jalur tidak resmi,” katanya.

    Hanif berujar Adelina masuk ke Malaysia melalui agen di sana yang bernama Lim. Lim merupakan agen pertama. Adelina dijual ke Aida sebagai agen kedua yang kemudian dipekerjakan ke majikan warga Malaysia bernama Jaya sampai meninggal. “Saat ini polisi sudah menangkap majikan dan saudaranya,  sementara diduga penyiksaan dilakukan oleh ibu kandung majikan,” ucapnya.

    Lihat: Presiden Jokowi Kritik Anggaran Pemulangan TKI

    Hanif menuturkan ibu kandung majikan Adelina ditangkap Senin, 12 Februari 2018. Dia menyebutkan pelaku akan didakwa dengan pasal 302 hukum pidana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

    Saat ini jenazah Adelina telah dipindahkan dari Rumah Sakit Bukit Mertajam ke Rumah Sakit Seberang Jaya. Kementerian Luar Negeri Indonesia telah berkoordinasi dengan pihak-pihak di NTT untuk menelusuri keluarga korban. “KJRI Penang sudah berkomunikasi dengan agen yang mendatangkan untuk mengupayakan hak-hak yang bersangkutan,” tutur Hanif.

    SYAFIUL HADI | SUCI SEKARWATI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.