Sidang Setya Novanto, Saksi: Proyek E-KTP Mungkin Milik 'Gajah'

Terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nu'man Abdul Hakim, mengaku pernah menanyakan siapa pemilik proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik  atau e-KTP kepada Ketua Komisi II DPR periode 2012-2014 Agun Gunandjar Sudarsa. Menurut Nu'man, Agun menjawab bahwa proyek e-KTP kemungkinan milik 'gajah'.

"Dia jawab ini (proyek e-KTP) kemungkinan milik gajah-gajah. Pak Agun juga bilang tidak usah ikut-ikutan, nanti kita terlibat hukum," kata Nu'man saat bersaksi untuk terdakwa e-KTP Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 12 Februari 2018.

Baca juga: Setya Novanto Sebut Ganjar Pranowo Terima Duit E-KTP US$ 500 Ribu

Agun, kata Nu'man, tak menjelaskan rinci maksud 'gajah' itu. Ia juga tak menanyakan siapa 'gajah' yang dimaksud. Namun, Nu'man berasumsi, 'gajah' yang dimaksud berasal dari pihak pemerintahan. Sebab, Nu'man pernah mengalami adanya intervensi dari pemerintah ihwal pengadaan alat berat di Jawa Barat.

"Kalau ada proyek besar kalau keuntungannya 10 persen aja ada Rp 500 miliar, asumsi saya itu kementerian ikut memengaruhi (intervensi)," jelasnya.

Simak: Anak, Istri, dan Keponakan Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

Nu'man dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan Setya Novanto hari ini. Selain Nu'man, ada lima saksi lainnya, yakni Agun Gunandjar; Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Taufiq Effendi; Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah; Mantan Sekretaris Jenderal DPR 2008-2013 Nining Indra Saleh; dan mantan sekretaris pribadi Nazaruddin, Eva Ompita Soraya.

Baca juga: Tulis Nama Ibas di Catatan, Setya Novanto: Tanya Pak Nazaruddin

Setya didakwa jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi berperan dalam meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR pada medio 2010-2011 saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

Atas perannya, Setya Novanto disebut menerima total fee sebesar US$ 7,3 juta. Dia juga diduga menerima jam tangan merek Richard Mille seharga US$ 135 ribu.

Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi. Saat ini, sidang perkaranya masih berjalan dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum KPK.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

12 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

45 hari lalu

Inilah 4 Kasus Besar yang Terbongkar karena Bantuan Justice Collaborator

Berikut beberapa kasus besar yang pernah berhasil dibongkar karena bantuan justice collaborator.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

46 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

29 Juni 2022

KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

Gamawan Fauzi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.


KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

27 Juni 2022

KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan uang itu bisa kembali ke Indonesia karena bantuan pemerintah Amerika Serikat dalam kasus korupsi e-KTP.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.