Menteri Agama Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan Tokoh Agama

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menghadiri kongres ulama muda Muhammadiyah di Aula Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, 30 Januari 2018. TEMPO/Friski Riana

    Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menghadiri kongres ulama muda Muhammadiyah di Aula Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, 30 Januari 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta penegak hukum mengungkap motif penyerangan terhadap tokoh agama. Belakangan ini, penyerangan terhadap tokoh agama marak terjadi.

    "Tidak cukup sebatas memberikan informasi ini dilakukan oleh orang hilang ingatan, tidak waras, atau gila, dan seterusnya. Perlu ada pengungkapan yang lebih jelas apa motif di balik peristiwa-peristiwa ini," kata Lukman di Istana Negara, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

    Baca juga: Wiranto: Pelaku Penyerangan Gereja St Lidwina Teroris 

    Lukman menuturkan pengungkapan yang lebih mendalam ini diperlukan agar umat beragama tak menduga-duga penyebab penyerangan dan mencurigai adanya rekayasa. Dia berharap umat beragama ‎dapat mempercayai para penegak hukum untuk mengusutnya secara tuntas. 

    Dia juga berpesan agar masyarakat tak main hakim sendiri dan terprovokasi. "Juga tidak perlu melakukan tindakan balasan terhadap tindak kekerasan yang terjadi," ujarnya. 

    Lukman berharap peristiwa penganiayaan terhadap tokoh agama membuat umat lebih mewaspadai keamanan sekitarnya, khususnya kepada para pemuka agama masing-masing. Begitu pula dengan keamanan rumah ibadah. "Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ucapnya.

    Baca juga: Pelaku Penganiayaan Kiai Umar Basri Ditangkap 

    Tindak kekerasan terhadap tokoh agama marak terjadi belakangan ini. Sejak awal tahun, tercatat setidaknya empat kasus penyerangan. Yang paling anyar, penyerangan terjadi di Gereja St Lidwina Bedhog Trihanggo, Sleman, Yogyakarta. 

    Penyerangan itu terjadi pada pagi hari, Ahad, 11 Februari 2018, saat misa tengah berlangsung. Pelakunya, seorang mahasiswa asal Banyuwangi, membawa pedang dan melukai jemaat. Sebanyak empat orang dilaporkan terluka, salah satunya seorang Romo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.