Cerita Jokowi Soal Diplomasi Zaman Now

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menlu Retno Marsudi saat acara Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Menlu Retno Marsudi saat acara Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengisahkan caranya berdiplomasi saat mengikuti acara-acara puncak konferensi di luar negeri. Menurut Jokowi, ia selalu meminta para Duta Besar Indonesia di luar negeri membuatnya duduk berada di samping kelapa negara tuan rumah saat sesi foto bersama.

    Jokowi mengatakan, hal itu dilakukan untuk menunjukkan wibawa Indonesia sebagai negara besar ke mata dunia.

    Tidak hanya soal foto, saat sesi jamuan makan malam Jokowi meminta pula agar duduk di samping tuan rumah. Ia menolak jika mendapat kursi di posisi ujung.

    Baca juga: Pamer Jurus Diplomasi, Jokowi: Nah, This Is Me

    "Kita ini negara besar jangan di pojokan. Enggak mau saya. Foto saya minta, ya kalau enggak pas sebelahan ya disela satu orang. Sela satu kepala negara jangan sampai paling pojok. Saya sudah pesan-pesan. Bukan untuk saya. Untuk menunjukkan negara kita sebagai negara yang besar" katanya dalam sambutan di acara Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

    Jokowi meminta para duta besar tidak lagi merasa inferior lantaran perekonomian Indonesia saat ini termasuk yang terbesar di dunia dan kini Indonesia masuk ke jajaran Kelompok 20 (G-20). "Jangan lagi ada yang merasa inferior, merasa kita ini rendah," tuturnya.

    Ia mencontohkan Indonesia yang sudah masuk G-20 sudah seharusnya tidak lagi mencari-cari bantuan negara lain, melainkan sebaliknya. Perekonomian Indonesia tumbuh ke-3 paling besar di antara negara-negara G-20.

    Baca juga: Bertemu Jokowi, PM Abe Puji Iklim Investasi Indonesia

    Kepada para Kepala Perwakilan Indonesia, Jokowi berpesan agar membantu meningkatkan ekspor dan mengundang banyak investor masuk ke Indonesia. Menurut dia, kunci pertumbuhan ekonomi hanya dua, yaitu investasi dan meningkatkan ekspor produk-produk dalam negeri.

    Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi berujar rapat kerja antara Kepala Perwakilan RI dan Kementerian Luar Negeri ini diikuti oleh 134 kepala perwakilan, duta besar, dan konsul jenderal serta 15 orang eselon satu dan 56 orang eselon dua. Raker ini mengambil tema 'Diplomasi Zaman Now'.


     

     

    Lihat Juga