Rekomendasi Polisi untuk Tanjakan Emen yang Rawan Kecelakaan

Sebuah bis pariwisata ber Nopol AA 1486 TP yang membawa 19 turis asing asal Taiwan terguling di kawasan Tanjakan Emen Kampung Cicenang, Subang, Jabar, Senin (1/10). ANTARA/Fahrul Jayadiputra

TEMPO.CO, Subang - Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa meminta pemerintah Jawa Barat melakukan pembenahan jalan Tanjakan Emen yang rawan kecelakaan di Jalan Raya Bandung-Subang.

“Bisa juga kita membuat jalur penyelamatan (escape road), atau yang lainnya adalah gemoteris jalan agar sentrifugalanya, agar (kendaraan yang membelok) tidak membanting,” kata Royke di lokasi kecelakaan di Subang pada Ahad, 11 Februari 2018.

Royke mengatakan, geometri jalan juga diduga menjadi pemicu kecelakaan tersebut. “Geometri jalan, sentrifugalnya perlu diperbaiki. Ketika menikung ke kanan seharusnya jalan miring ke kanan, tapi dari atas ketika menikung ke kanan masih ada beberapa meter dia sedikit ke kiri, atau datar. Ini juga turut mempengaruhi,” kata dia.

Baca: Tanjakan Emen Angker, Berikut Kecelakaan Maut yang Pernah Terjadi

Perbaikan geometris jalan di Tanjakan Emen itu, kata Royke, untuk menekan potensi kecelakaan di daerah rawan tersebut. “Penggal jalan ini harus diperbaiki, pertama geometrisnya. Kedua, kendaraan yang melewati jalur ini harus benar-benar safety, kendaraan apa saja," ujarnya.

Royke mengatakan pihak kepolisian sudah mengirimkan rekomendasi itu sejak lama. “Dulu sudah. Ini jalan provinsi,” kata dia.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Korlantas Mabes Polri Komisaris Besar Joko Rudi mengatakan kepolisian sudah memberikan sejumlah rekomendasi pada pemerintah provinsi Jawa Barat sebagai pemilik jalan untuk perbaikan tanjakan Emen untuk menekan kecelakaan maut di ruas jalan tersebut. “Tahun 2014 saat saya masih Dirlantas Polda Jabar, sudah merekomendasikan di sini terkait dengan kecelakaan meninggal 8 orang siswa sekolah di sini,” kata dia.

Baca: Menghadapi Tanjakan Emen, Begini Trik Sopir Bus Senior

Joko mengatakan, rekomendasi itu masih dikaji pemerintah provinsi Jawa Barat. Rekomendasi tersebut diantaranya pelebaran badan jalan, penambahan penerangan, membangun escape road atau jalan penyelamatan, membangun gorong-gorong pembuang air sebagai pengaman jalan bagi kendaraan yang lepas kendali, hingga mengusulkan membuat jalur alternatif agar Tanjakan Emen bisa difungsikan satu lajur.

Kepala Seksi Rekayasa Teknik Pada Bidang Teknik Jalan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Adnan Guntara mengatakan salah satu rekayasa jalan yang sudah disiapkan berupa escape road atau jalan penyelamatan. “Desain awalnya sudah ada. Tinggal penganggaran. Terakhir (terkendala) kesediaan lahan. Kita tidak bisa menggarkan kalau lahannya belum tersedia,” kata dia.

Adnan mengatakan, jalur keselamatan itu mirip yang dibangun di jalan tol Cipularang di sekitar KM 99. Espcape road itu berupa areal mirip parkiran menjorok masuk ke pinggir jalan sepanjang 150 meter panjangnya. “Desainnya, kita naikkan ke situ, sehingga kendaraan bisa berhenti di parkiran itu,” ujarnya.

Studi yang disiapkan ada tiga lokasi jalan penyelamatan yang seluruhnya berada di kiri jalan dari arah Gunung Tangkubanparahu menuju Subang di lokasi tanjakan Emen di Jalan Raya Bandung-Subang. Salah satunya dirancang di lokasi kecelakaan yang berjarak 2,4 kilometer dari jalan masuk menuju kawasan wisata alam Gunung Tangkubanparahu. “Panjangnya masuk sekitar 150 meteran, di dalamnya ada semacam polisi tidur yang terbuat dari agregat batu lepas dan pasir, sesuatu yang bisa menahan laju kendaraan,” kata Adnan.

Adnan mengatakan, lokasi itu dipilih karena dari statistik kecelakaan selalu terjadi di ruas jalan tanjakan Emen tersebut. “Itu dari perbatasan Bandung Barat-Subang di tugu atas KM 182 sampai KM179,500, kira-kria di sini,” kata dia.

Menurut Adnan, tanjakan Emen itu memiliki kemiringan rata-rata 11 persen, artinya dalam jarak 100 meter perbedaan elevasinya sekitar 11 meter, setara 5-10 derajat. Aturan keselamatan jalan di jalan pegunungan yang diterbitkan Kementerian PUPR terbaru itu kemiringan rata-rata 10 persen. Syarat kemiringan itu diakuinya sulit di ikuti karena berimbas pada biaya pembangunannya. “Kalau ini jalan eksisting jauh sebelum peraturan itu ada. Kalau dulu aturanya masih 12 persenan, tapi makin ke sini faktor keselamatan makin diperhitungkan sehingga terakhir 10-11 persen,” kata dia.






27 Tewas dalam Kecelakaan Bus Pengangkut Pasien Covid di China

6 hari lalu

27 Tewas dalam Kecelakaan Bus Pengangkut Pasien Covid di China

Sebanyak 27 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka ketika sebuah bus pengangkut warga China yang terpapar Covid-19, kecelakaan di provinsi Guizhou.


Bus Pariwisata Tabrak Mobil di Wonosobo, Enam Orang Tewas

15 hari lalu

Bus Pariwisata Tabrak Mobil di Wonosobo, Enam Orang Tewas

Enam orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas setelah sebuah bus pariwisata menabrak sejumlah mobil di persimpangan Pasar Kertek, Kabupaten Wonosobo,


KNKT Ungkap Penyebab Banyak Kecelakaan Bus dan Truk

38 hari lalu

KNKT Ungkap Penyebab Banyak Kecelakaan Bus dan Truk

Berdasarkan temuan KNKT kebanyakan kecelakaan bus dan truk terjadi akibat rendahnya budaya keselamatan (safety culture) di kalangan pengemudi.


Penyebab Rem Blong yang Bikin Tabrakan Beruntun Bus di Jalan Tol Cipularang

27 Juni 2022

Penyebab Rem Blong yang Bikin Tabrakan Beruntun Bus di Jalan Tol Cipularang

Ada beberapa pertanda atau gejala yang dapat dirasakan para pengemudi jika terjadi kerusakan yang membuat rem blong seperti di Tol Cipularang.


Bus Masuk Jurang di India, 26 Peziarah Tewas

6 Juni 2022

Bus Masuk Jurang di India, 26 Peziarah Tewas

Sebuah bus jatuh ke jurang di negara bagian Uttarakhand di utara India menyebabkan 26 penumpang tewas dan empat lainnya kritis


Kecelakaan Bus Maut Marak, Polisi Subang Lakukan Ini

27 Mei 2022

Kecelakaan Bus Maut Marak, Polisi Subang Lakukan Ini

Kecelakaan bus yang menjadi sorotan adalah bus pariwisata menabrak rumah dan kendaraan di Ciamis, serta kecelakaan bus maut di Jalan Tol Surabaya.


Polisi Cari Keberadaan Sopir Bus Pariwisata yang Alami Kecelakaan di Ciamis

22 Mei 2022

Polisi Cari Keberadaan Sopir Bus Pariwisata yang Alami Kecelakaan di Ciamis

Polres Ciamis masih mencari keberadaan sopir bus pariwisata yang mengalami kecelakaan menabrak kendaraan dan rumah warga


Kecelakaan Bus di Ciamis, Ini Identitas 4 Korban Meninggal dan 37 yang Dirawat

22 Mei 2022

Kecelakaan Bus di Ciamis, Ini Identitas 4 Korban Meninggal dan 37 yang Dirawat

Jumlah korban kecelakaan bus di Ciamis bertambah. Korban meninggal empat orang sementara yang mengalami luka ringan mencapai 37 orang.


Ziarah ke Cirebon, Bus Rombongan Warga Tangerang Tabrak Rumah di Ciamis

22 Mei 2022

Ziarah ke Cirebon, Bus Rombongan Warga Tangerang Tabrak Rumah di Ciamis

Puluhan warga Tangerang peserta ziarah ke Cirebon dan Tasikmalaya mengalami luka ringan dan dirawat di puskesmas. Satu orang meninggal.


Bus Pariwisata Tabrak Rumah dan Kendaraan di Ciamis, Tiga Tewas

21 Mei 2022

Bus Pariwisata Tabrak Rumah dan Kendaraan di Ciamis, Tiga Tewas

Bus pariwisata PO Pandawa itu membawa penumpang dalam rangka kegiatan wisata.