Bus Terguling di Tanjakan Emen, Keluarga Datangi Posko Pisangan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bus yang mengalami kecelakaan di tanjakan emen, Subang, Jawa Barat, 10 Februari 2018. instagram.com

    Sebuah bus yang mengalami kecelakaan di tanjakan emen, Subang, Jawa Barat, 10 Februari 2018. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga korban bus terguling di kawasan turunan Cicenang atau kawasan Tanjakan Emen, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu sore, 10 Februari 2018, mulai mendatangi posko informasi di Kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur.

    Baca: Bus Terguling di Tanjakan Emen Subang, 26 Orang Tewas

    Kepolisian Sektor Ciputat dan Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, telah mendirikan posko informasi terkait kecelakaan lalu lintas yang menimpa warga Ciputat Timur di kawasan Ciater, Kabupaten Subang, di Kantor Kelurahan Pisangan.

    Kepala Kepolisian Sektor Ciputat, Komisaris Donny Bagus Wibisono, mengatakan saat ini telah ada keluarga korban yang datang ke sana untuk mengetahui perkembangan kasus kecelakaan yang menimpa sanak keluarganya itu.

    "Sudah mulai ada yang datang, satu orang," ujar Donny kepada Tempo, Sabtu malam, 10 Februari 2018. Namun dia belum mengetahui apakah keluarga yang datang itu dari korban yang telah meninggal dunia atau yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan itu.

    Sebelumnya, dikabarkan sebanyak 26 orang meninggal dunia akibat insiden kecelakaan lalu lintas berupa bus terguling di kawasan turunan Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang pada Sabtu, 10 Februari 2018 sore.

    "Sementara korban meninggal dunia sampai saat ini berjumlah 26 orang dan 17 orang yang luka-luka. Kebanyakan korban perempuan karena itu rombongan ibu-ibu," ujar Kepala Kepolisian Resor Subang, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Joni saat dihubungi Tempo, Sabtu, 10 Februari 2018.

    Joni mengatakan belum mengetahui secara pasti penyebab kejadian nahas itu. Kepolisian masih terus melakukan evakuasi korban dan bus yang terguling dengan nomor polisi F 7959 AA.

    "Kita belum bisa pastikan penyebab lakalantasnya, tapi yang jelas kita lakukan upaya sementara ini lakukan evakuasi korban termasuk evakuasi bus yang terbalik, sehingga aktivitas arus lalu lintas tetap berjalan," katanya.

    Selain itu, kata dia, identifikasi korban pun tengah dilakukan oleh pihak kepolisian dan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Subang.

    "Kita lakukan identifikasi dengan korban-korban agar bisa kita komunikasikan dengan keluarganya sehingga bisa diambil jenazah bagi yang sudah meninggal dunia termasuk yang masih dalam pengobatan nanti kita dapat bantuan perhatian dari pihak keluarganya," ujar dia.

    Baca: Bus Terguling di Tanjakan Emen Bawa Rombongan dari Ciputat

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tempo, kronologi kejadian bus terguling itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Bus pariwisata yang membawa rombongan Koprasi Simpan Pinjam Permata Ciputat, Tangerang Selatan, yang datang dari arah Bandung tiba-tiba terguling dan menabrak kendaraan roda dua bernomor polisi T 4382 MH di kawasan Tanjakan Emen.

    CAESAR AKBAR | AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.