Setya Sebut Ganjar Terima Uang, KPK akan Cek Lagi Bukti dan Saksi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganjar Pranowo, setelah memberikan keterangan sebagai saksi untuk Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 8 Februari 2018. Ganjar Pranowo, memberikan keterangan sebagai saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Ganjar Pranowo, setelah memberikan keterangan sebagai saksi untuk Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 8 Februari 2018. Ganjar Pranowo, memberikan keterangan sebagai saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Febri Diansyah mengatakan akan memeriksa kembali kesaksian Setya Novanto yang menyebut Ganjar Pranowo turut menerima aliran dana proyek e-KTP. "Kalau ada informasi dugaan penerimaan oleh pihak-pihak tertentu pasti kita harus melakukan pengecekan silang," katanya di gedung Penunjang KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Februari 2018.

    Pada sidang 8 Februari 2018, Setya Novanto mengatakan informasi tentang uang ke Ganjar diterima dari mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Mustokoweni Murdi, politikus Hanura Miryam S. Haryani dan Andi Agustinus alias Andi Narogong.

    Baca:
    Ganjar Pranowo Sebut Yasonna Laoly Ikut ...
    Demokrat: Soal Ganjar Pranowo di Kasus e-KTP ...

    Febri mengatakan KPK akan kembali menelisik kesaksian dari pihak-pihak yang jadi sumber informasi Setya Novanto itu. Menurut Febri, KPK akan menyesuaikan kesaksian itu dengan keterangan saksi atau bukti lain. "KPK tidak bisa tergantung dengan satu keterangan, harus ada kesesuaian dengan keterangan saksi dan bukti-bukti lain."

    Masih di persidangan itu, Ganjar disebut menerima duit e-KTP senilai US$500 ribu. Setya juga mengatakan bahwa Andi telah memberikan uang untuk beberapa politikus di Komisi II DPR lain, termasuk Ganjar.

    Baca juga:
    Sering Diberitakan Miring, Ganjar Pranowo Risih ...

    Setya Novanto, terdakwa korupsi e-KTP didakwa berperan dalam meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR pada 2010-2011 saat menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Ia disebut Jaksa menerima imbalan US$7,3 juta dan menerima jam tangan merek Richard Mille seharga US$135 ribu.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku risih sering diberitakan negatif yang menyeret tokoh penting di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia menegaskan, meski sering dikampanyekan negatif, PDIP tetap akan satu komando. "Muncul banyak berita di media, yang seolah saya ini menyeret nama-nama besar di PDI Perjuangan. Berita itu diembuskan pihak tertentu dan sangat kuat," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 9 Februari 2018.

    Simak: PDIP Tetap Usung Ganjar Pranowo ke Pilgub ...

    Mantan pemimpin Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat itu geram karena ia sering dikabarkan menyeret nama Puan Maharani hingga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dalam perkara kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), yang sering melibatkannya. Ia pun tak menampik kemungkinan akan ada berita tentang tokoh PDIP lain, yang namanya akan diseret untuk menjatuhkan partai itu

    Menurut Ganjar, yang kini menjadi calon Gubernur Jawa Tengah inkumben, kampanye hitam itu ditujukan untuk membuat PDIP pecah dan melemahkan mesin pemenangan partai. Hanya, ia menyatakan PDIP akan tetap satu komando.

    M. YUSUF MANURUNG | FTRIA RAHMAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.