Minggu, 25 Februari 2018

Mulai 2018, Siswa Bisa Cetak Sendiri Hasil Ujian Nasional

Reporter:

Antara

Editor:

NitaIklan

Sabtu, 10 Februari 2018 05:31 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mulai 2018, Siswa Bisa Cetak Sendiri Hasil Ujian Nasional

    Dari 30 SMA negeri dan 119 SMA swasta di Garut, hanya tujuh sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer.

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan mulai tahun ini siswa bisa mencetak sendiri hasil Ujian Nasional (UN).

    "Mulai tahun ini, siswa bisa mencetak hasil UN mereka secara mandiri. Kami akan siapkan laman dan login khusus. Hanya siswa yang bersangkutan yang bisa mengaksesnya," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno di Jakarta, Jumat 9 Februari 2018.

    BACA: UN SMP 2018, Kementerian Pendidikan: Soal Berbentuk Esai

    Menurut dia, semua peserta UN baik Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) maupun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan SMA bisa mencetak sendiri hasil UN.

    "Nanti tidak ada lagi tanda tangan basah. Asal tahu login-nya, bisa mencetak hasil UN secara mandiri," kata Totok.

    UN SMK akan diselenggarakan pada 2 April hingga 5 April, sedangkan SMA/MA pada 9 hingga 12 April dan UN susulan SMK/SMA/MA pada 17 April hingga 18 April.

    Untuk SMP/MTs, UN akan diselenggarakan pada 23 hingga 26 April dan susulannya pada 8 hingga 9 Mei.

    "Secara umum, tidak ada perbedaan dibandingkan tahun lalu, mata pelajarannya juga tetap," kata Totok. Namun ada perbedaan antara tahun lalu dan tahun ini, yakni 10 persen soal UN Matematika berbentuk isian.

    Totok menjelaskan isian Ujian Nasional berbeda dengan esai. Isian hanya berisi jawaban, sementara esai berisi penjabaran beserta jawaban.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.