Terungkap, Indonesia Punya Media Massa Terbanyak di Dunia

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yosep Stanley Adi Setyo dari Dewan Pers, memberikan pemaparan dalam acara diskusi ruang tengah yang membahas

    Yosep Stanley Adi Setyo dari Dewan Pers, memberikan pemaparan dalam acara diskusi ruang tengah yang membahas "Etika di Belakang Kamera : Benarkah Cover Majalah Tempo Melanggar Kode Etik" di kantor TEMPO, Jakarta, 21 Januari 2016. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, PADANG -Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengklaim dengan memiliki sekitar 47.000 media massa terdiri dari media cetak, radio, televisi dan media online, Indonesia memiliki media masa paling banyak di dunia.

    "Dari jumlah itu 2.000 adalah media cetak, 674 radio, 523 televisi termasuk lokal, dan lebihnya media daring," kata dia saat puncak HPN 2018 di Padang, Jumat 9 Februari 2018.

    Namun, dari jumlah media itu masih banyak yang asal saja, tidak memenuhi syarat sebagai media tetapi tetap eksis karena dibantu APBD.

    Selain itu, wartawannya juga tidak semua memiliki kompetensi karena tidak memiliki pengetahuan jurnalistik, tidak pula pernah mengikuti pelatihan jurnalistik. Ia merinci hingga saat ini baru terdaftar sekitar 14 ribu orang wartawan yang memiliki kompetensi.

    Yosep lalu mengimbau kebebasan pers yang dinikmati saat ini tidak dijadikan kesempatan untuk membuat berita bohong atau hoaks, di antaranya dengan meningkatkan kemampuan wartawan dan verifikasi media massa.

    Dewan pers berkomitmen untuk melaksanakan hal tersebut secara bertahap.

    Yosep juga mengingatkan dalam tahun politik, media massa di Indonesia tetap menjaga objektivitas dan netralitas, tidak terjebak kepentingan politik. Menurutnya, Pemilihan Kepala Daerah 2018 dan Pemilu 2019 adalah batu ujian untuk netralitas media massa.

    Hari puncak HPN 2018 digelar di Muaro Lasak, Pantai Padang, dihadiri sejumlah gubernur, menteri, duta besar dan ribuan wartawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?