Kasus Perusakan Bus di Lamongan, Kostrad: Status Pelaku Bukan TNI

Reporter

Ilustrasi kecelakaan bis. Tempo/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Penerangan Komando Cadangan Strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat atau Kostrad Letnan Kolonel Infanteri Putra Widyawinaya mengatakan pelaku perusakan bus Margojoyo jurusan Cepu-Surabaya di Lamongan bukan lagi anggota TNI. Menurut Putra, pelaku bernama Mohammad Ali Ismail itu sudah beralih status menjadi petugas polisi khusus kereta api (polsuska).

"Berdasarkan pemeriksaan Sub-Detasemen Polisi Militer Lamongan, Ali Ismail sudah tidak lagi berdinas aktif di TNI dan beralih status sebagai polsuska sejak 2016," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Februari 2018.

Baca: Edy Rahmayadi Puji Panglima Kostrad yang Baru: Pokoknya Hebat

Menurut Putra, Ali mengajukan sendiri surat pengakhiran dinas keprajuritannya untuk menjadi polsuska kepada pimpinan TNI Angkatan Darat. Pengajuan itu tertuang dalam surat keputusan pensiun dini atas dasar Skep Kasad Nomor 723-33/VIII/2016 tertanggal 8 Agustus 2016 dan ditindaklanjuti dengan surat perintah Panglima Kostrad.

Ali terakhir kali bertugas di Detasemen Markas Brigade Infanteri 3 Kostrad dengan pangkat sersan mayor. Dengan adanya surat keputusan tersebut, kata Putra, Ali sekarang menyandang status sebagai warga sipil. "Jadi yang bersangkutan bukan lagi sebagai anggota TNI," ucapnya.

Simak: Panglima TNI Diganti, Pangkostrad Ajukan Pensiun Dini

Ali memecahkan kaca bus Margojoyo pada Rabu, 7 Februari 2018. Dia marah lantaran mobil Honda City yang dikendarainya disalip bus tersebut saat melintas di rel kereta api Bojonegoro. Saat itu, Ali sedang mengenakan celana loreng dan membawa senjata api beserta amunisinya.

Setelah disalip, Ali mengejar bus tersebut dan memberhentikannya di depan kantor BNI, Pasar Babat, Lamongan. Ia lalu melepaskan tembakan ke udara saat sopir bus, Husain, berusaha melarikan diri.

Putra menyebut tindakan Ali mencoreng nama baik TNI. Terlebih, status dia yang saat ini sudah tidak lagi berdinas aktif di institusi tersebut. Menurut Putra, pihaknya menyerahkan kepada pihak kepolisian setempat untuk menindaklanjuti kasus ini. "Permasalahan ini dilimpahkan ke Kepolisian Resor Lamongan," tuturnya kepada Tempo melalui pesan pendek.






KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

7 jam lalu

KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

KontraS menyatakan setidaknya ada empat argumentasi mengapa dugaan pelanggaran hukum dan HAM terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan.


TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

1 hari lalu

TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

TPNPB menyatakan pembakaran kantor Distrik Paniai Utara sebagai awal perang terhadap pemerintah Indonesia.


KKB Diduga Serang Pekerja di Jalan Trans Papua Barat, TNI dan Polri Masih Cari Korban Tewas

2 hari lalu

KKB Diduga Serang Pekerja di Jalan Trans Papua Barat, TNI dan Polri Masih Cari Korban Tewas

TNI dan Polri masih mencari jasad empat warga sipil korban terduga serangan oleh KKB kepada 12 pekerja jalan Trans-Papua


Prabowo Subianto Hadiahi Kapolri Pistol G2 Elite, Lemkapi: Membuat Masyarakat Nyaman

2 hari lalu

Prabowo Subianto Hadiahi Kapolri Pistol G2 Elite, Lemkapi: Membuat Masyarakat Nyaman

Edi Hasibuan mengatakan pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bermakna bangun sinergi.


Cenderamata Prabowo untuk Kapolri Listyo Sigit: Pistol G2 Elite

2 hari lalu

Cenderamata Prabowo untuk Kapolri Listyo Sigit: Pistol G2 Elite

Menhan Prabowo Subianto menyambangi Mabes Polri dan bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia menyerahkan cenderamata berupa pistol.


Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

3 hari lalu

Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

Komnas HAM meminta TNI mengevaluasi keberadaan Brigif Raider 20 di Timika, Papua. Permintaan ini merupakan yang pertama dari Komnas untuk TNI.


Feud Between Two Generals of TNI

3 hari lalu

Feud Between Two Generals of TNI

Effendi Simbolon, a member of DPR revealed the dispute between Indonesian Military or TNI Commander Gen. Andika Perkasa and Gen. Dudung Abdurachman.


Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

3 hari lalu

Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

Prabowo menilai TNI memang harus menyesuaikan syarat tinggi badan tersebut dengan kondisi daerah masing-masing dan suku yang berlainan.


Ledakan Diduga dari Granat Kejut Terjadi di Gang Sempit Jakarta Utara

4 hari lalu

Ledakan Diduga dari Granat Kejut Terjadi di Gang Sempit Jakarta Utara

Ledakan diduga berasal dari granat kejut (stun grenade) terjadi di gang sempit Jalan Tipar Timur, RT 08 RW 04 Kelurahan Semper Barat Cilincing.


Sidang Kasus HAM Berat Paniai, Saksi: Massa Memaksa Masuk Koramil, 3 Warga Tewas

4 hari lalu

Sidang Kasus HAM Berat Paniai, Saksi: Massa Memaksa Masuk Koramil, 3 Warga Tewas

Sidang kasus HAM berat Paniai di PN Makassar digelar hari ini . Agendanya pemeriksaan saksi-saksi, dengan terdakwa Mayor (Purn) Isak Sattu.