Pengacara Sebut Zumi Zola Siap Klarifikasi Aset yang Disita KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara Gubernur Jambi Zumi Zola Muhammad Farizi saat menggelar konferensi pers terkait kasus suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD)  Provinsi Jambi 2018  di gedung Ariobimo Sentral, Kuningan, Jakarta Selatan, 9 Januari 2018. Dewi Nurita/Tempo.

    Pengacara Gubernur Jambi Zumi Zola Muhammad Farizi saat menggelar konferensi pers terkait kasus suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi 2018 di gedung Ariobimo Sentral, Kuningan, Jakarta Selatan, 9 Januari 2018. Dewi Nurita/Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Gubernur Jambi Zumi Zola, Muhammad Farizi mengatakan jika kliennya siap mengklarifikasi sejumlah barang bukti dari hasil penggeledahan dan penyitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus gratifikasi proyek di Provinsi Jambi sebesar Rp 6 miliar.

    "Berkaitan dengan adanya dugaan menerima gratifikasi itu, Zumi Zola siap melakukan klarifikasi atas barang-barang dan aset yang didapat dari penggeledahan KPK tersebut dengan sejelas-jelasnya," kata Farizi di gedung Ariobimo Sentral, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 9 Februari 2018.

    Baca juga: KPK Segera Menahan Gubernur Jambi Zumi Zola

    KPK telah menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka, pada 24 Januari 2018. Farizi menjelaskan, pada 28 Januari 2018, Zumi Zola menerima pemberitahuan dimulainya penyidikan dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor : S. Prin.Dik-15/Dik.00/01/01/2018 tanggal 24 Januari 2018.

    Lalu, pada 31 Januari 2018 hingga 1 Februari 2018 dini hari, KPK melakukan penggeledahan di tiga lokasi penggeledahan yakni, rumah dinas gubernur, vila milik Zumi Zola dan rumah seorang saksi yang tidak disebutkan namanya.

    Menurut Farizi, tindakan penggeledahan KPK di rumah dinas Gubernur Jambi dan rumah pribadi orang tua Zumi Zola di Tanjung Jabung Jambi adalah dalam perkara atas nama tersangka Arfan selaku Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi. Begitu pun dengan tindakan penyitaan. "Berdasarkan berita acara penyitaan tertanggal 31 Januari 2018, penyitaan tersebut adalah dalam perkara atas nama tersangka Arfan," kata dia.

    KPK menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola dan Plt. Kadis PUPR Arfan sebagai tersangka kasus gratifikasi sejumlah proyek di Provinsi Jambi sebesar Rp 6 miliar. KPK menduga, uang gratifikasi tersebut dikumpulkan oleh Arfan ditujukan untuk Zumi Zola dan anggota DPRD Jambi, diperuntukkan sebagai uang ketok palu pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jambi tahun anggaran 2018.

    Baca juga: Zumi Zola Tersangka KPK, PAN Janji Beri Bantuan Hukum

    Adapun Kuasa Hukum Arfan, Suseno, sebelumnya mengatakan siap membuktikan bahwa kliennya tidak menerima gratifikasi atas sejumlah proyek di Provinsi Jambi sebesar Rp 6 miliar, yang juga menjerat Gubernur Jambi Zumi Zola. Menurut Suseno, Arfan hanya korban Zumi Zola.

    "Pak Arfan hanya pion, korban. Nanti akan kami buktikan di Pengadilan," kata Suseno saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 3 Februari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.