Pernah Mendidik Yudo dan Percil, Kirun Akan Jenguk ke Hong Kong

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak Kirun saat berorasi kebangsaan dalam kegiatan Nusantara Bersatu yang digelar di Alun - Alun Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, 30 November 2016. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Pelawak Kirun saat berorasi kebangsaan dalam kegiatan Nusantara Bersatu yang digelar di Alun - Alun Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, 30 November 2016. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Madiun – Pelawak kondang asal Madiun, Jawa Timur, Syakirun alias Kirun, meminta pemerintah mengirim duta budaya secara rutin untuk pentas di luar negeri, yang banyak dituju para buruh migran. Dalam setahun, setidaknya 1-2 kali pementasan untuk mengobati kerinduan para tenaga kerja Indonesia (TKI) terhadap seni budaya negara asalnya.

    “Barangkali TKI haus dengan seni budaya kita. Sehingga mereka punya gawe dhewe-dhewe (sendiri-sendiri),” kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 9 Februari 2018.

    Hal itu disampaikan Kirun menanggapi dua pelawak Indonesia yang ditahan pemerintah Hong Kong atas tuduhan penyalahgunaan visa. Yudo Prasetyo alias Yudo dan Deni Afriandi alias Cak Percil ditahan karena dianggap melanggar Undang-Undang Imigrasi Hong Kong dengan menerima honor sebagai pengisi acara, yang digelar komunitas TKI pada Ahad, 4 Februari 2018.

    Baca: Pelawak Jawa Timur Ditahan di Hong Kong, Kemlu Beri Perlindungan

    Yudo dan Percil merupakan pelawak muda binaan Kirun di pedepokan seninya. Mereka mengisi acara Ketoprak Kirun di stasiun televisi JTV Surabaya tiap pekan. Keduanya juga sering menjadi bintang tamu pementasan wayang kulit.

    Kirun membenarkan Yudo dan Percil sempat belajar di Depot Seni Kirun, Madiun, selama beberapa tahun. Mereka akhirnya memutuskan keluar dan membentuk kelompok lawak Guyon Maton. Pementasan dilakoni di sejumlah kota.

    “Mereka cukup berpotensi. Tapi mbok ya sebelum tampil ke luar negeri memberi tahu yang  sudah berpengalaman agar bisa diarahkan,” ucap Kirun.

    Simak: Dua Pelawak Ditahan, Kemlu Diminta Aktif Sosialisasi Soal Visa

    Kedua komedian itu memasuki wilayah Hong Kong pada Jumat, 2 Februari 2018, dengan visa turis. Penangkapan  itu, menurut Kirun, akibat ketidaktahuan Yudo dan  Percil tentang hukum di Hong Kong. “Saya ikut prihatin. Anak-anak (Yudo dan Percil) jangan hanya bisa membanyol, tapi harus tahu hukum,” ujarnya.

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap dua bekas anak didiknya itu, Kirun berencana menjenguk mereka di Hong Kong pada Maret mendatang. Kirun juga mengapresiasi sikap pemerintah yang memberikan pendampingan hukum bagi dua pelawak asal Ngawi dan Banyuwangi, Jawa Timur, itu.

    Lihat: Pelawak Indonesia Siap Bayar Denda untuk Bebaskan Cak Yudo dan Cak Percil

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri telah menjanjikan jaminan pendampingan hukum bagi Yudo dan Percil. “Konsul jenderal kita di Hong Kong sudah mendapat akses kekonsuleran dan bertemu dengan kedua pelawak kita. Yang pasti, kita akan memberi pendampingan hukum kepada yang bersangkutan,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.