Polri Dalami Peran Orang yang Ditangkap Densus 88 di Indramayu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul (kanan) memperlihatkan sejumlah barang bukti saat rilis tiga kasus kejahatan dunia online di Mabes Polri, Jakarta, 30 Mei 2017. TEMPO/Amston Probel

    Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul (kanan) memperlihatkan sejumlah barang bukti saat rilis tiga kasus kejahatan dunia online di Mabes Polri, Jakarta, 30 Mei 2017. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Kepolisian RI Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan polisi masih mendalami peran orang yang diduga teroris, yang ditangkap di Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Indramayu, Jawa Barat, Rabu lalu.

    "Apa peranannya, masih didalami," ujarnya di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Februari 2018.

    Baca juga: Densus 88 Tangkap Eks Napi Teroris di Solo

    Rabu lalu, Densus 88 menangkap MJ, yang diduga teroris, di Indramayu. Pada hari yang sama, Densus 88 menciduk MR, yang juga diduga teroris, di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. "Untuk yang di Bogor, kami belum menerima laporan," kata Martinus.

    Martinus menuturkan, kemarin ada penangkapan satu orang di Indramayu terkait dengan peristiwa yang terjadi di Indonesia. "Sejauh ini, baru ini yang bisa kami sampaikan," ucapnya.

    Martinus menjelaskan, polisi tengah menelusuri peran orang yang ditangkap tersebut, apakah berperan langsung sebagai pembuat alat peledak, fasilitator, atau yang mendanai. Polisi juga mendalami apakah pria tersebut berperan merekrut atau memberikan fasilitas.

    Dia berujar informasi mengenai orang yang ditangkap Densus 88 itu akan diolah untuk penindakan serta pencegahan terorisme di beberapa kota lain. "Kemudian akan dilakukan penindakan di kota-kota lain berdasarkan informasi yang didapat," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.