Minggu, 18 November 2018

Kasus Penculikan, Momen Sedih Saat Alum Berpisah dengan Jorge

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster pencarian anak Argentina bernama Alum. Twitter.com

    Poster pencarian anak Argentina bernama Alum. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada kisah mengharukan setelah kasus penculikan bocah Argentina Alum Lagone Avalus, 7 tahun, terungkap. Sekretaris National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia, Brigadir Jenderal Napoleon Bonaparte mengisahkan, saat Alum dan sang ayah Jorge Lagone hendak dipisahkan, keduanya sama-sama menangis.

    Napoleon mengatakan, Alum dan ayahnya Jorge terlihat sangat dekat. "Sangat sedih, butuh waktu tiga jam untuk memisahkan mereka," ujar Napoleon di Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.

    Dari pemeriksaan yang dilakukan terungkap bahwa dalam pelariannya di beberapa negara, Jorge punya cara sendiri dalam mendidik anaknya, Alum. Selama membawa Alum keluar Argentina, mulai dari Brasil, Bolivia, Etiopia, Malaysia hingga Indonesia, Jorge ternyata memberikan edukasi yang cukup untuk Alum.

    Baca juga: Penculikan Bocah Asal Argentina, Polda Metro: Belum Ada Laporan

    "Tidak menyekolahkan anaknya di sekolah, tetapi di tasnya kemarin ketemu banyak buku dia lah sebagai bapak yang memberi pelajaran," kata Napoleon Bonaparte.

    Napoleon mengatakan Alum merupakan anak yang cerdas walau tak disekolahkan di intitusi formal oleh Jorge. "Si anak ini lancar dan jago sekali bahasa inggris dan ilmunya bagus," katanya.

    Napoleon menilai bahwa Jorge merupakan seseorang yang semi Hippie. Napoleon menjelaskan Jorge merupakan seniman dan memiliki rambut panjang. Dia pandai bermain alat musik gitar.

    Selama pelariannya dengan Alum, Napoleon mengatakan Jorge selalu memilih daerah yang jauh dari perkotaan dan teknologi untuk tinggal. "Kalau di lihat dari sejarah perjalanannya, itu memang selalu berada di tempat-tempat pedesaan," kata Napoleon.

    Terkait kasus hukum yang melibatkan Jorge, Napoleon tak mau ikut campur. Menurut dia hal tersebut merupakan kewenangan hukum Argentina sepenuhnya. Selaku Interpol yang diminta perbantuan oleh Argentina, Napoleon mengatakan tugasnya hanya merespon red notice atas Jorge.

    Jorge bersama pasangannya Candela Guiterrez (35) ditangkap Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan di Toraja Utara. Jorge merupakan buronan internasional karena diduga melakukan penculikan terhadap anaknya. Setelah bercerai dengan Elizabeth Avalos, ibu Alum, pengadilan setempat memutuskan bahwa hak asuh atas Alum berada ditangan Ibu.

    Baca juga: Heboh DVD PKI, Wabup Gunungkidul: Tak Ada Isu Penculikan Ulama

    Napoleon mengatakan bahwa ada perbedaan hukum antara kedua negara. Menurut dia, apa yang dilakukan Jorge merupakan isu sensitif di Argentina.

    "Di Argentina mengambil anak walaupun anak kandung sendiri dari tangan ibunya yang berhak secara hukum adalah kriminal yang sensitif," katanya.

    Kini Jorge Langone dan Candela Guiterrez telah diserahkan kepada pihak imigrasi untuk dideportasi. Elizabeth Avalos dan Alum juga rencana akan kembali ke Argentina pada Sabtu mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.