Jusuf Kalla: Gizi Buruk di Asmat Tingkatkan Solidaritas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo makan siang bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 6 Februari 2018. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo makan siang bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, 6 Februari 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat persoalan campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua, meningkatkan solidaritas seluruh elemen masyarakat.

    "Ini bagus untuk memperlihatkan solidaritas tinggi," kata Jusuf Kalla itu kepada Tempo, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Februari 2018.

    Baca juga: Dapat Anggaran Rp 400 Triliun, JK Pertanyaan Kualitas Pendidikan

    Kalla mengatakan, kejadian yang dialami masyarakat Papua menunjukkan nasionalisme rakyat Indonesia bagus. Pasalnya, kata pria yang akrab disapa JK itu, mulai dari tentara, polisi, dokter hingga tenaga kesehatan di universitas datang untuk ikut memperbaiki gizi buruk di sana.

    "Relawan datang ke situ. Mungkin malah sulit untuk mencari penginapan di Asmat karena begitu banyak orang datang," ujarnya.

    Menurut JK, wabah campak dan gizi buruk yang dialami anak-anak di Papua tak terlepas dari situasinya yang berat. Ia menyebutkan, satu di antaranya adalah tingkat pendidikan dan komunikasi yang tidak sebaik di daerah lain.

    Kendati mendapat anggaran yang cukup besar dari pemerintah pusat, Kalla mengatakan bahwa biaya logistik di sana juga cukup tinggi lantaran banyak daerah terpencil. Selain itu, daerah Papua kekurangan tenaga dokter.

    "Anggaran seluruh Papua dan Papua Barat itu hampir Rp 100 triliun dari pusat itu. Jadi tinggi sekali sebenarnya. Cuma ya biaya logistik juga tinggi untuk pergi ke suatu tempat dengan pesawat terbang," kata dia.

    Gizi buruk melanda Asmat sejak beberapa bulan terakhir. Buruknya gizi tersebut menjadi penyebab mewabahnya penyakit campak. Penyakit campak dan gizi buruk mengakibatkan lebih dari 60 warga meninggal akibat terlambat memperoleh penanganan medis. Gizi buruk dan campak tersebut mengundang keprihatinan Jusuf Kalla.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.