TNI AD Tandatangani Kontrak Barang dan Jasa Rp 1,6 Triliun

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI memperagakan penggunaan senjata laras panjang kepada sejumlah siswa pada Pameran Alutsista TNI di depan Trans Studio Mall, Bandung, 3 Oktober 2017. ANTARA

    Prajurit TNI memperagakan penggunaan senjata laras panjang kepada sejumlah siswa pada Pameran Alutsista TNI di depan Trans Studio Mall, Bandung, 3 Oktober 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat menandatangani kontrak pengadaan 178 paket barang dan jasa senilai Rp 1,6 triliun. Direktorat Peralatan Angkatan Darat (Ditpalad) mendapat penganggaran paling besar sebanyak Rp 544,3 miliar.

    Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono mengatakan kontrak kerja pengadaan barang dan jasa ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2010 dan Peraturan Kementerian Pertahanan no 70 tahun 2014 ihwal pengadaan alutsista dan ketentuan lainnya.

    Baca juga: Ini Pertimbangan Sri Mulyani Akan Naikkan Tunjangan Babinsa

    "Ini salah satu wujud implementasi kami dalam kontrak 2018," ujar Mulyono seusai acara penandatanganan kontrak di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018.

    Dalam kontrak 2018, kata Mulyono, ia menargetkan predikat wajar tanpa pengecualian dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan. Pada 2017, TNI AD mendapat predikat wajar dengan pengecualian.

    Secara keseluruhan, kontrak pengadaan barang dan jasa TNI AD sebanyak 1.449 kontrak dengan nilai Rp 9,4 triliun. Sebanyak Rp 5,5 triliun dipergunakan untuk belanja barang sementara sisanya Rp 3,9 triliun untuk belanja modal. Sementara pada Rabu ini hanya dilakukan sebagian dari kontrak tersebut.

    "Yang berpotensi butuh waktu lintas tahun untuk dipenuhi, kami kotrakkan lebih dini seperti hari ini," tutur dia.

    Setelah Ditpalad yang mendapat penganggaran paling besar, Direktorat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad) mendapat anggaran sebesar Rp 373,2 miliar. Kemudian ada Direktorat Zeni TNI AD (Ditziad) yang mendapat Rp 96,2 miliar serta Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) mendapat anggaran sebesar Rp. 92,7 miliar.

    Baca juga: Nota Kerja Sama TNI-Polri Jadi Polemik, Moeldoko: Hanya Penegasan

    Selain Ditpalad, Ditbekangad, Ditziad, dan Kostrad, ada 24 lembaga lain seperti Kopassus, 15 unit Kodam, Pusat Penerbangan TNI AD, Pusat Kesehatan, Pusat Intelegensi dan beberapa direktorat lainnya yang mendapatkan jatah penganggaran barang dan jasa.

    "Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada," tutur Mulyono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.