Sabtu, 18 Agustus 2018

Proyek Infrastruktur Roboh, JK: Kita Masih Kekurangan Skill

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sedang meninjau beberapa gerai pemeran infrastruktur dalam Indonesian Infrastructure Week 2015 di Senayan, Jakarta, 4 November 2015. TEMPO

    Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sedang meninjau beberapa gerai pemeran infrastruktur dalam Indonesian Infrastructure Week 2015 di Senayan, Jakarta, 4 November 2015. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah kecelakaan proyek infrastruktur terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Wakil Presiden Jusuf Kalla atau akrab disapa JK, mengatakan masalahnya terletak pada kemampuan pekerja.

    "Dalam satu bulan ini empat pembuatan jembatan atau jalan tol roboh. Apa masalahnya? Artinya kita kekurangan skill dalam bekerja," kata Jusuf Kalla di hadapan peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 di Pusdiklat Pegawai Kemendikbud, Depok pada Rabu, 7 Februari 2018.

    Baca: Jalan Perimeter di Lokasi Longsor di Bandara Soetta Masih Ditutup

    Salah satu kecelakaan proyek infrastruktur teranyar adalah robohnya dinding terowongan rel Kereta Bandara Jalan Perimeter Selatan pada Senin, 5 Februari 2018. Kejadian ini menyebabkan satu orang meninggal atas nama Dianti Dyah Ayu.

    Kalla menuturkan, kemampuan pekerja di Indonesia masih kurang. Padahal lapangan kerja yang tersedia untuk menampung kemampuan pekerja terbuka lebar.

    Ia menilai peningkatan kemampuan pekerja Indonesia perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan mengoptimalkan pendidikan di sekolah-sekolah kejuruan dan vokasi.

    Baca: Crane Ambruk Proyek Double Track, Polisi Temukan Kelalaian Kerja

    Menurut dia, sekolah bisa menggandeng ahli yang sudah bekerja di lapangan untuk memberikan materi di kelas. "Banyak ahli yang bekerja di perusahaan konstruksi, tambang, atau yang lain yang bisa diangkat menjadi guru untuk sekolah kejuruan," kata Kalla.

    Kalla meminta pejabat di sekolah tak perlu takut dengan aturan yang selama ini berlaku. Pengalaman para ahli dinilai bisa menambah kemampuan lulusan kejuruan. "Jangan terbatas pada aturan SK (Surat Keputusan). Tidak boleh," ujarnya.

    Keterampilan yang dimiliki sumber daya manusia suatu negara, kata Kalla, akan membuat negara tersebut maju. Dia mencontohkan Jerman, Jepang, dan Korea Selatan yang terampil, terutama dalam bidang teknologi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.