4 Jam Diperiksa, Setya Novanto: Udah Lama Nih Gak Makan Bakmi GM

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelum sidang dimulai, Setya Novanto yang dikelilingi wartawan terlihat membawa buku yang berisi nama-nama. MARIA FRANSISCA

    Sebelum sidang dimulai, Setya Novanto yang dikelilingi wartawan terlihat membawa buku yang berisi nama-nama. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP, Setya Novanto kembali menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK hari ini, Selasa, 6 Februari 2018.

    Setya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain dalam kasus itu, Anang Sugiana Sudihardjo. Setya datang ke gedung KPK sekitar pukul 14.30. Empat jam kemudian, dia keluar dengan membawa kotak makanan di tangannya.

    Baca juga: Setya Tulis Nama Ibas di Catatannya, Demokrat: Serangan Ngawur

    "Bakmi GM, udah lama ini gak makan bakmi GM," kata Setya menjawab pertanyaan awak media tentang kotak makanan dari salah satu resto bakmie itu.

    Mantan Ketua DPR RI itu kemudian langsung menuju mobil tahanan KPK untuk kembali ke Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur, Cabang Rutan KPK tempat dia tinggal saat ini. Setya tak menjawab pertanyaan lain yang lemparkan awak media.

    Anang Sugiana Sudihardjo merupakan Direktur Utama PT Quadra Solution. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP pada 27 September 2017. Anang diduga melakukan pengaturan dalam proyek e-KTP bersama Setya Novanto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman, Sugiharto, dan beberapa orang lain.

    PT Quadra Solution yang dipimpinnya merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium PNRI sebagai pelaksana proyek e-KTP yang terdiri atas Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sucofindo, dan PT Sandipala Artha Putra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.