Pekan Depan, Novel Baswedan Kembali Jalani Operasi Mata Kiri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusutan kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan

    Pengusutan kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan rencananya akan kembali menjalani operasi pada mata kirinya. Pelaksana Harian Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati mengatakan dalam operasi kali ini, pihak Singapore National Eye Centre akan mendatangkan dokter ahli dari Inggris.

    "Ada operasi tambahan dengan mendatangkan dokter ahli dari Inggris, karena memang dioperasi sebelumnya ada perlambatan pertumbuhan di selaput mata kirinya," katanya di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Februari 2018.

    Baca juga: Kasus Novel Baswedan, Begini Hasil Polisi Periksa Dahnil Anzar

    Yuyuk menjelaskan, dua operasi sebelumnya yang dilakukan Novel Baswedan belum juga mempercepat pertumbuhan selaput mata kiri. Maka, operasi kali ini akan dilakukan untuk mempercepatnya guna pelaksanaan operasi tahap dua. "Mohon doanya semoga operasi ini berjalan lancar," katanya.

    Sebelumnya, pada Rabu, 6 Desember 2017, Novel juga telah menjalani operasi di Singapore National Eye Centre. Dalam operasi itu, dokter melakukan penanaman kembali bagian gusi di mata kiri Novel.

    Sekitar 90 persen kornea mata kiri Novel terbakar setelah disiram air keras pada 11 April 2017. Novel diserang dengan air keras oleh dua orang tak dikenal setelah melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ikhsan, tak jauh dari rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Baca juga: Diperiksa Soal Novel Baswedan, Ini Kata Ketum Pemuda Muhammadiyah

    Operasi tahap satu Novel Baswedan sukses dilakukan pada 17 Agustus 2017. Setelah operasi tahap pertama itu, pandangan dari mata Novel tampak putih karena diselubungi olesan salep krim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.