SBY: Hari Ini Kami Diuji Masa Lalu, dengan Fitnah-fitnah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin (kiri) bersiap memulai rapat darurat di DPP Demokrat, Jakarta, 3 Januari 2018. SBY mengumpulkan semua pengurus harian partai Demokrat untuk membahas persiapan pemilihan kepala daerah 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin (kiri) bersiap memulai rapat darurat di DPP Demokrat, Jakarta, 3 Januari 2018. SBY mengumpulkan semua pengurus harian partai Demokrat untuk membahas persiapan pemilihan kepala daerah 2018. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mendatangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri untuk melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. SBY melaporkan Firman Wijaya setelah namanya disebut-sebut dalam sidang korupsi e-KTP Setya Novanto.

    Dalam sidang e-KTP pada Kamis 25 Januari 2018 lalu, bekas politikus Partai Demokrat Mirwan Amir yang menjadi saksi, menyebut nama Mantan Presiden SBY setelah dicecar pertanyaan oleh Firman Wijaya.

    Baca juga: Setya Novanto Tulis Nama Ibas, Sekjen Demokrat: Dia Bersih

    SBY mengatakan selama menjadi presiden tidak pernah mengurusi proyek hingga ke teknis, termasuk program EKTP. Dia mengaku tidak terlibat. "Ini fitnah," ujar SBY di kantor DPP Demokrat sebelum menuju Bareskrim, Selasa 6 Februari 2018.

    SBY mengatakan pernyataan Mirwan Amir bahwa ada intervensi oleh partai pemenang Pemilu 2009 atas proyek e-KTP adalah tidak benar.

    Bahkan kata SBY hingga akhir jabatannya sebagai presiden, ia tak pernah mendapat laporan terkait adanya skandal korupsi e-KTP.

    Baca juga: Partai Demokrat Laporkan Pengacara Setya Novanto ke Peradi

    "Dari Mendagari, tim pengarah hingga tim teknis tidak ada yang melaporkan kepada saya soal kasus E KTP," katanya.

    SBY beranggapan tuduhan ini dibumbui unsur politik menjelang Pilkada serentak 2018, hingga Pemilu dan Pemilihan Presiden 2019. "Kembali hari ini kami di uji oleh masa lalu, dengan fitnah-fitnah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga